Warga Temon Kulon Progo Ini Merasa Kena Prank Beras Premium, Waswas Isinya Oplosan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, 26 dari 212 merek beras mengakui telah mengoplos beras yang beredar di masyarakat. 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: ribut raharjo
KOMPAS.com/Suparjo Ramalan
BERAS OPLOSAN : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai raker dengan Komisi IV DPR RI. Amran menyebut produsen 26 merek beras akui melakukan pelanggaran 

"Proses penarikan sudah dilakukan sejak sepekan lalu," ujar Endang.

Endang mengatakan, pihaknya hingga kini masih memonitor distribusi beras premium bermerek di Kulon Progo. Sedangkan pemeriksaan terhadap kualitas beras premium bermerek menjadi wewenang lembaga lainnya.

Penarikan beras premium bermerek salah satunya dilakukan di Tomira yang berada di Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang. 

Pegawai Tomira yang enggan disebutkan namanya mengatakan, beras premium bermerek sudah tidak disediakan di rak penjualan.

"Semua beras premium bermerek sudah ditarik untuk dikembalikan ke distributor," jelas pegawai tersebut.

Seluruh persediaan beras premium bermerek tersebut saat ini berada di gudang Tomira tersebut. 

Saat ini, pihak toko tinggal menunggu pengambilan stok beras premium yang ditarik oleh pihak distributor.

Menurut pegawai tersebut, beras premium bermerek yang ditarik termasuk produk yang laris dicari pembeli. 

Namun sejak isu beras premium oplosan beredar, minat masyarakat untuk membeli beras tersebut menjadi turun. (tim)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved