PHK Melanda DIY, Sutarno Warga Pakem Sleman Gunakan Uang Pesangon untuk Modal Tanam Cabe
“Saya syok, deleg-deleg. Teman-teman terus membantu memadamkan api. Ada juga yang menangis,” ungkap Sutarno.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: ribut raharjo
Bukan tanpa alasan dia memilih jalur pertanian dengan menanam cabe. Dia punya pengalaman tetangga kanan dan kiri adalah petani cabe.
“Mereka dari dulu jadi petani cabe dan ternyata bisa sukses. Makanya saya akan fokus ke pertanian,” akunya.
Sutarno adalah satu dari ribuan karyawan yang ter-PHK di DIY. Badai PHK sedang melanda DIY di sepanjang semester I tahun 2025.
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, R Darmawan, dalam keterangan pers pada Senin (14/7/2025) menjelaskan, dalam kurun waktu enam bulan, sedikitnya 2.495 buruh resmi kehilangan pekerjaan, mayoritas dari sektor industri garmen dan jasa.
“Kalau angka PHK memang ada peningkatan, karena ada kejadian bencana kebakaran (pabrik garmen) di Sleman. Jadi ketambahan itu,” ungkapnya.
Praktis, kebakaran tersebut membuat jumlah PHK di Kabupaten Sleman melonjak.
Pada periode Januari hingga Juni 2025, jumlah PHK di Sleman mencapai 1.940,dan menempatkan posisi Sleman sebagai kabupaten dengan angka PHK tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta .
Tidak hanya Sleman, PHK terjadi di semua kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tercatat ada 360 PHK di Kabupaten Bantul, 123 PHK di Kota Yogyakarta, 32 PHK di Kulon Progo, dan 29 di Gunungkidul.
Kasus-kasus tersebut ditangani oleh kabupaten/kota masing-masing. Sedangkan 11 PHK lainnya ditangani oleh Disnakertrans Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Sektornya garmen, karena kasus kebakaran kemarin dan karena ekspornya mengalami penurunan tajam, sehingga menyebabkan (perusahaan) tidak mampu bayar (gaji karyawan),” ujarnya.
Kepala Disnakertrans DIY, Aria Nugrahadi mengungkapkan pemutusan hubungan kerja pasti tidak diinginkan, baik itu perusahaan maupun pekerja.
Menurut dia, PHK merupakan opsi terakhir dari hubungan kerja.
Namun ketika PHK terpaksa dilakukan, maka tentu norma kesesuaian peraturan wajib dipatuhi, seperti pesangon, Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), Jaminan Hari Tua (JHT), dan sebagainya.
“Salah satu program JKP itu salah satunya agar yang mengalami PHK ini dapat memperoleh peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan lain sebagainya."
"Pelatihan ini yang nanti bekerja sama dengan balai latihan kerja. Tapi program seluruhnya dari pusat (pemerintah pusat),” ungkapnya. (maw/tim)
PHK Massal
PT Mataram Tunggal Garment (MTG
pabrik garmen
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Kabupaten Sleman
| Update Gunung Merapi Minggu 24 Mei: 25 Kali Gempa Guguran, 9 kali Guguran Lava ke Arah Kali Putih |
|
|---|
| Tak Sesuai Ekspektasi, UMKM di RTP Bulak Tabak Temon Belum Kecipratan Untung dari Embarkasi Haji DIY |
|
|---|
| Nova Arianto Senang PSS Sleman Naik Kasta ke Super League, Singgung Derby DIY Kontra PSIM |
|
|---|
| Korban Tindak Pidana Termasuk Akibat Klitih di DIY Tak Ditanggung BPJS Kesehatan |
|
|---|
| Arya Adrean Pecahkan Rekor Nasional dan Lampaui Rekor SEA Games, Akuatik DIY Beri Bonus Rp20 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pabrik-Garment-PT-Mataram-Tunggal-Garmen-kebakaran.jpg)