Respon Tarif Impor AS, Kadin DIY Dorong Penguatan Pasar Domestik
Timotius mengatakan tarif resiprokal Trump bakal berdampak pada penurunan ekspor.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Komtap Pembinaan dan Pengembangan Sekretariat Kadin DIY, Timotius Apriyanto menyebut volatilitas geopolitik akibat tarif resiprokal Amerika Serikat perlu diimbangi dengan penguatan pasar domestik.
Timotius mengatakan tarif resiprokal Trump bakal berdampak pada penurunan ekspor. Padahal ekspor merupakan salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi, selain investasi, konsumsi masyarakat, dan pengeluaran pemerintah.
Jika ekspor ke Amerika Serikat berkurang, maka untuk menjaga pertumbuhan ekonomi harus mendorong investasi, konsumsi masyarakat, dan pengeluaran pemerintah.
Menurut dia, yang paling memungkinkan untuk digenjot untuk menjaga pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi masyarakat.
“Investasi nggak mungkin, penggantinya ya konsumsi (masyarakat). Pemerintah sudah memberikan stimulus, bantuan subsidi upah (BSU) dan lain-lain, tapi masih jangka pendek,” katanya, Senin (14/07/2025).
Penguatan pasar domestik juga dilakukan dengan penggunaan produk dalam negeri.
Baca juga: Sikapi Tarif Trump, Pemda DIY Tunggu Hasil Negosiasi Indonesia dengan AS
Ia menyebut Indonesia memiliki potensi pasar yang luar biasa, dengan jumlah penduduknya yang mencapai 280 juta.
Namun sayangnya, banjirnya produk Tiongkok, Vietnam, dan Kamboja membuat produk dalam negeri tidak kompetitif.
Menurut dia, peran UMKM sangat penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Sehingga pemerintah perlu memfasilitasi UMKM, agar dapat menguasai pasar domestik.
“Kuatkan lagi basic pasar ekonomi domestik. Namun sayangnya ketika konsumen disuruh memilih, kita menghadapi banjir produk dari Tiongkok, Vietnam, Kamboja yang harga ritelnya itu separuh lebih rendah dari ritel kita, dengan baju yang sama. Sebetulnya, kita ada kebangkitan ekonomi baru berbasis UMKM yang nggak kalah kompetitif. Makanya pemerintah daerah perlu mengakselerasi bagaimana potensi UMKM ini bisa memenangkan domestik market dulu,” terangnya.
Kadin DIY memiliki tiga program prioritas, salah satunya adalah penguatan UMKM sebagai pilar ekonomi daerah.
Saat ini, pelaku usaha ultra mikro dan mikro pun bisa bergabung menjadi anggota Kadin DIY.
Melalui berbagai program, Kadin DIY akan melakukan pendampingan agar UMKM dapat go global dan go digital.
“Kadin DIY juga siap menjadi offtaker dari UMKM, sehingga hubungannya sinergistik bukan hubungan yang saling mematikan,” ujarnya. (maw)
Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal, KAI Bandara Beri Pelatihan Digitalisasi Produk UMKM |
![]() |
---|
UMK Academy Dorong UMKM Yogyakarta Naik Kelas |
![]() |
---|
Diskusi Sister Village Indonesia–Jepang Akan Bahas Kolaborasi UMKM dan Ekonomi Kreatif |
![]() |
---|
Sertifikasi Halal Jadi Mesin Ekonomi, UMKM DIY Didorong Percepat Pengurusan |
![]() |
---|
Gojek Dorong Digitalisasi UMKM di Jogja |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.