Respon Tarif Impor AS, Kadin DIY Dorong Penguatan Pasar Domestik

Timotius mengatakan tarif resiprokal Trump bakal berdampak pada penurunan ekspor.

TRIBUNJOGJA.COM
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa pemerintahannya akan tetap memberlakukan tarif impor sebesar 32 persen terhadap produk-produk asal Indonesia.  

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Komtap Pembinaan dan Pengembangan Sekretariat Kadin DIY, Timotius Apriyanto menyebut volatilitas geopolitik akibat tarif resiprokal Amerika Serikat perlu diimbangi dengan penguatan pasar domestik.

Timotius mengatakan tarif resiprokal Trump bakal berdampak pada penurunan ekspor. Padahal ekspor merupakan salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi, selain investasi, konsumsi masyarakat, dan pengeluaran pemerintah. 

Jika ekspor ke Amerika Serikat berkurang, maka untuk menjaga pertumbuhan ekonomi harus mendorong investasi, konsumsi masyarakat, dan pengeluaran pemerintah.

Menurut dia, yang paling memungkinkan untuk digenjot untuk menjaga pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi masyarakat.

“Investasi nggak mungkin, penggantinya ya konsumsi (masyarakat). Pemerintah sudah memberikan stimulus, bantuan subsidi upah (BSU) dan lain-lain, tapi masih jangka pendek,” katanya, Senin (14/07/2025).

Penguatan pasar domestik juga dilakukan dengan penggunaan produk dalam negeri.

Baca juga: Sikapi Tarif Trump, Pemda DIY Tunggu Hasil Negosiasi Indonesia dengan AS 

Ia menyebut Indonesia memiliki potensi pasar yang luar biasa, dengan jumlah penduduknya yang mencapai 280 juta.

Namun sayangnya, banjirnya produk Tiongkok, Vietnam, dan Kamboja membuat produk dalam negeri tidak kompetitif.

Menurut dia, peran UMKM sangat penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Sehingga pemerintah perlu memfasilitasi UMKM, agar dapat menguasai pasar domestik.

“Kuatkan lagi basic pasar ekonomi domestik. Namun sayangnya ketika konsumen disuruh memilih, kita menghadapi banjir produk dari Tiongkok, Vietnam, Kamboja yang harga ritelnya itu separuh lebih rendah dari ritel kita, dengan baju yang sama. Sebetulnya, kita ada kebangkitan ekonomi baru berbasis UMKM yang nggak kalah kompetitif. Makanya pemerintah daerah perlu mengakselerasi bagaimana potensi UMKM ini bisa memenangkan domestik market dulu,” terangnya.

Kadin DIY memiliki tiga program prioritas, salah satunya adalah penguatan UMKM sebagai pilar ekonomi daerah.

Saat ini, pelaku usaha ultra mikro dan mikro pun bisa bergabung menjadi anggota Kadin DIY.

Melalui berbagai program, Kadin DIY akan melakukan pendampingan agar UMKM dapat go global dan go digital

“Kadin DIY juga siap menjadi offtaker dari UMKM, sehingga hubungannya sinergistik bukan hubungan yang saling mematikan,” ujarnya. (maw)  

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved