Pemkab Bantul Rumuskan Nilai Satria Leluhur Lewat Sarasehan Peringatan HUT ke-194 Kabupaten Bantul
Tema yang diusung pada Peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Bantul kali ini yakni Bantul Bumi Satriya, Sawiji Ambuka Kertaning Praja.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menggelar Sarasehan Peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Bantul, di Pendopo Parasamya Kantor Bupati Bantul, Kamis (10/7/2025) malam.
Kegiatan itu menjadi rangkaian menyambut peringatan lahirnya Bumi Projotamansari.
Ketua Panitia Sarasehan Peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Bantul sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, mengatakan sarasehan digelar untuk mendengarkan pendapat para ahli dan narasumber dalam menggali, merumuskan kembali, dan mengimplementasikan nilai-nilai satria yang diwariskan para leluhur.
"Keluaran yang diharapkan dari pelaksanaan sarasehan itu adalah tersampaikannya nilai-nilai satriya para leluhur sebagai pengetahuan generasi muda dan masyarakat Bantul, sehingga nilai-nilai tersebut akan menginspirasi dan menjadi penyemangat menyongsong Indonesia Generasi Emas tahun 2045," katanya, dalam pelaksanaan Sarasehan Peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Bantul.
Maka, dalam pelaksanaannya sarasehan dihadiri oleh sekitar 350 tamu undangan yang terdiri atas perwakilan generasi muda, tokoh masyarakat, organisasi perangkat daerah, dan sebagainya, agar mampu menyerap nilai-nilai satriya yang dibahas dalam sarasehan kali ini.
Lalu, pihaknya juga menghadirkan Bupati Bantul, Wakil Ketua Parampara Praja DIY, dan Dewan Pertimbangan Pelestarian Budaya, sebagai narasumber yang berbagi pengetahuan tentang Bumi Prajatamansari.
Baca juga: 8000 ASN dan Pamong di Bantul Akan Jadi Pelopor Pembuat Biopori
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menjelaskan soal tema Peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Bantul, yakni Bantul Bumi Satriya, Sawiji Ambuka Kertaning Praja.
Di mana, Bumi Satriya dimaknai Bantul sebagai bagian dari tempat dan peristiwa penting yang mewarnai sejarah Yogyakarta dan Indonesia.
"Kemudian, sengkalan Sawiji Ambuka Kertaning praja merupakan semangat yang merujuk pada peristiwa sejarah penting berdirinya Kerajaan Mataram Islam. Namun, secara harfiah, Sawiji Ambuka Kertaning Praja dimaknai sebagai bersatu padu membuka gerbang kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bantul," katanya.
Atas landasan itu, pada Hari Jadi Bantul ke-194 ini, pihaknya mengajak masyarakat agar bulatkan tekad dan bersatu padu untuk mewujudkan visi Pemkab Bantul, yakni mewujudkan masyarakat bantul yang maju, kuat, demokratis dan sejahtera berdasarkan keber-agama-an dan budaya istimewa.
"Untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut perlu ditumbuhkan nilai-nilai satriya pada seluruh elemen masyarakat dan generasi penerus Bantul, melalui transformasi sumberdaya manusia menuju masyarakat yang tangguh, produktif dan berdaya saing, yang dikemas dalam semboyan Bantul waras, wasis, waskita," tandasnya.(*)
75 Lurah di Bantul Akan Ikuti Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan |
![]() |
---|
Aktivasi IKD di Bantul Capai 19,76 persen, DPRD dan Disdukcapil Gencarkan Sosialisasi |
![]() |
---|
Pemkab Bantul Catat Sekitar 3000 Tenaga Honorer Berpotensi Jadi PPPK Paruh Waktu |
![]() |
---|
Bantul Susun Langkah Strategis Pelestarian Naskah Kuno, Pakualaman Dorong Alih Wahana ke Batik |
![]() |
---|
Ada Defisit Dalam KUA PPAS, Pemkab Bantul Optimistis Garap Sejumlah Program Kerja pada 2026 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.