Pembayaran Bandwidth di Sleman Ditata Ulang, Hemat Rp2,6 Miliar 

Menurut Budi, berdasarkan perhitungan ulang, kapasitas maksimum jalur komunikasi yang dibutuhkan di Kabupaten Sleman hanya 6 giga.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Arena LTE
ILUSTRASI - Sinyal koneksi wifi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman melakukan perencanaan, perhitungan kebutuhan dan negosiasi ulang terkait pembayaran bandwidth di Sleman.  

Perbaikan mekanisme ini ternyata mampu menghemat anggaran negara hingga miliaran rupiah. 

Plt Diskominfo Kabupaten Sleman, Budi Santosa, menyatakan anggaran pembayaran bandwith di Kabupaten Sleman tahun 2024 senilai Rp5,6 miliar.

Adapun di tahun 2025 anggarannya serupa.

Seiring pergantian kepemimpinan, mekanisme penganggaran tersebut diperbaiki dengan melakukan perencanaan, perhitungan maupun negosiasi ulang dengan penyedia jasa. 

"Setelah proses perencanaan ulang perhitungan ulang dan nego ulang kami bisa dari (anggaran) Rp 5,6 miliar sampai akhir tahun kebutuhan maksimal hanya Rp 3 miliar. Kami mengefisiensi dengan hitung hitungan yang lebih rigid bisa menghemat Rp 2,6 miliar," kata Budi, Senin (30/6/2025). 

Bandwith yang dibayar Kominfo Sleman merupakan layanan fasilitas free wifi yang berada di setiap kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sleman, Kapanewon maupun Kalurahan termasuk layanan internet gratis yang terpasang di sejumlah ruang publik di Bumi Sembada. 

Menurut Budi, berdasarkan perhitungan ulang, kapasitas maksimum jalur komunikasi yang dibutuhkan di Kabupaten Sleman hanya 6 giga.

Kapasitas ini seperti jalur yang dibutuhkan untuk mentransfer data dalam satuan waktu.

Melalui perbaikan tata kelola pemerintahan, ternyata kebutuhan untuk membayar layanan ini dalam satu tahun hanya memerlukan Rp 3 miliar yang berarti hemat Rp 2,6 miliar dari perencanaan awal. 

Anggaran Rp 2,6 miliar, hasil penghematan, sebagiaan dialihkan untuk membiayai program dinas yang kurang.

Adapun sisa anggaran dibiarkan tak terpakai menjadi SiLPA atau sisa lebih pembiayaan anggaran.

Budi mengatakan, ada 3 ISP atau Internet Service Provider yang semula menyuplai layanan di Kabupaten Sleman.

Tetapi setelah negosiasi ulang kini hanya tersedia 1 ISP. 

"Dua (penyedia) tidak mau nego ulang dan kini hanya ada satu. Tapi kami juga punya backup dari Pemda DIY. Kami sekarang sedang mempelajari untuk kemungkinan menambah satu jalur lagi," katanya. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved