Mimbar Legislasi: Ahmad Agus Shofwan Dorong Pendidikan Karakter dan Penyempurnaan Fasilitas Sekolah

Agus Shofwan mengatakan seluruh siswa siswi di Bumi Projotamansari sedang dibentuk untuk memiliki integritas, kejujuran, tanggung jawab,

Istimewa
Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Ahmad Agus Shofwan. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul, Ahmad Agus Shofwan, terus berupaya mewujudkan generasi Bumi Projotamansari yang berakhlak, penyempurnaan fasilitas sekolah, hingga pemenuhan petugas penjaga perpustakaan sekolah.

Agus Shofwan, sapaan akrabnya, mengatakan, saat ini, seluruh siswa siswi di Bumi Projotamansari sedang dibentuk untuk memiliki integritas, kejujuran, tanggung jawab, nilai-nilai moral, dengan pembiasaan yang baik.

Sebab, pendidikan karakter dapat menekan kondisi pelanggaran remaja, kenalakan remaja, dan lain sebagainya. 

"Memang kalau itu nanti diterapkan, bisa memakan konsekuensi yang cukup banyak. Misalnya dengan melakukan integrasi pembelajaran guru di kelas dengan karakter yang baik. Maka, akan ada dampak dari pendidikan karakter itu dimulai dari keteladanan guru, pembiasaan di sekolah, dan sebagainya," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera ini, kepada Tribunjogja.com, Jumat (27/6/2025).

Untuk merealisasikan hal tersebut, pihaknya juga berharap kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul agar dapat menindaklanjutinya dengan membuat petunjuk teknis (Juknis) detail.

Melalui Juknis itu, pihak instansi yang bersangkutan bisa bersama-sama melakukan monitoring di lapangan.

"Sebenarnya, di Undang-Undang dan Peraturan Daerah di provinsi itu sudah ada. Cuma, di Bantul kemarin disepakati untuk lebih khusus lagi dengan ada istilah pendidikan asih. Jadi, mendahulukan rasa saling menghormati kepada yang lebih muda maupun lebih tua," ujar Agus Shofwan.

Di samping itu, anggota legislatif dari Dapil 2 (Kapanewon Banguntapan dan Piyungan) Kabupaten Bantul ini, juga mengaku mengawal dan mendorong pembangunan sarana prasarana atau infrastruktur pendidikan seperti perbaikan gedung sekolah, pengadaa komputer, maupun tenaga penjaga perpustakaan di sekolah.

Sebab, saat ini masih banyak banguan sekolah dalam kondisi rusak dan 

"Kami dari Komisi D DPRD Bantul, selalu menekankan dan mendorong supaya sekolah-sekolah itu mendapatkan fasilitas yang memadai dan layak. Termasuk adanya komputer untuk pembelajaran siswa di sekolah. Paling tidak, jumlah komputer sekolah itu, khususnya di jenjang Sekolah Dasar (SD) setara dengan jumlah siswa kelas enam SD," pintanya.

Faktanya, kata Agus Shofwan, sekarang ini masih banyak ditemukan sekolah yang kekurangan komputer dari jumlah kebutuhan siswa.

Sedangkan, komputer itu, dinilai sebagai penunjang pelaksanaan sarana pembelajaran berupa asesmen standarisasi pendidikan daerah (ASPD). 

Dikarenakan keterbatasan itu, banyak sekolah di Bumi Prjotamansari harus melakukan ASPD dengan pembagian shift.

"Secara bertahap kami dorong untuk pengadaan itu di jenjang SD. Kalau jenjang sekolah menengah pertama (SMP), saya rasa sudah banyak relatif terpenuhi kebutuhannya. Dan kami berusaha menaikkan anggaran untuk pemenuhan fasilitas tersebut pada setiap tahunnya. Cuma, belum semua sekolah terpenuhi. Tahun ini, baru ada sekitar 84 sekolah yang mendapatkan pengadaan komputer. Ya, kami mencoba dorong pengadaan itu secara bertahap untuk kelacaran pembelajaran sekolah," papar dia.

Ia menyampaikan, bahwa tahun 2025 ini, pihaknya juga banyak menyediakan workshop literasi atau kegiatan yang berkaitan dengan perpustakaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved