Hasil Peninjauan SOP Pengisian LPG di SPBE Rewulu, Ini Kata Menteri Perdagangan
Menteri Perdagangan, Budi Santoso meninjau Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Rewulu, Kabupaten Bantul
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Menteri Perdagangan, Budi Santoso meninjau Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Rewulu, Kabupaten Bantul, Jumat (20/06/2025).
Peninjauan Menteri Perdagangan kali ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang dijalin Kementerian Perdagangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan PT Pertamina Patra Niaga pada 2024.
Dalam kunjungan tersebut, Budi Santoso menilai penerapan standar operasional prosedur (SOP) pengisian LPG sesuai dengan ketentuan Berat Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) telah memberikan jaminan kepastian kepada masyarakat. Sehinggga berat jenis LPG 3 Kg yang diterima masyarakat sesuai.
“Kami mengapresiasi PT Pertamina Niaga, khususnya SPBE Rewulu di Bantul yang telah menerapkan SOP pengisian LPG sesuai ketentuan, sehingga masyarakat merasa aman. Ini merupakan bagian dari perlindungan konsumen,” katanya.
Ia menegaskan seluruh proses pengisian elpiji telah dilakukan sesuai dengan prosedur.
“Pemeriksaan dilakukan mulai dari proses pengisian hingga pengecekan potensi kebocoran,” tandasnya.
SPBE Rewulu merupakan salah satu dari 733 SPBE yang telah diaudit dan dinyatakan memenuhi standar SOP pengisian LPG sesuai ketentuan BDKT. Dari total tersebut, sebanyak 627 SPBE merupakan SPBE PSO (Public Service Obligation), dan 106 SPBE lainnya merupakan SPBE Non-PSO.
Plt Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengungkapkan penerapan BKT menjadi salah satu komitmen perusahaan dalam menjamin akurasi takaran LPG yang didistribusikan ke masyarakat.
"Ini adalah bentuk komitmen Pertamina, khususnya Pertamina Patra Niaga dalam memberikan layanan terbaik untuk masyarakat. Proses ini berjalan kurang lebih sudah satu tahun dan alhamdulillah atas masukan dan arahan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, saat ini peningkatan pelayanan terus kita lakukan," ungkapnya.
Pihaknya juga mendorong seluruh pelaku usaha SPBE di Indonesia untuk menerapkan SOP yang telah ditentukan. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga akan terus melakukan pengawasan, agar seluruh kegiatan pengisian LPG mematuhi ketentuan perundang-undangan di bidang metrologi legal.
Untuk memastikan takaran tepat, telah disediakan timbangan di pangkalan, sebagai outlet yang menjual LPG langsung ke masyarakat. Dengan demikian, masyarakat juga bisa memastikan bahwa LPG yang dibeli beratnya sesuai ketentuan.
"Selain itu, di dalam tabung LPG itu sendiri kami sudah kami tempelkan ada nomor layanan konsumen, jadi sebagai bentuk layanan purna jual ataupun perlindungan konsumen, masyarakat dapat menghubungi ke Pertamina Call Center 135 apabila ada keluhan-keluhan ataupun indikasi hal-hal yang tidak sesuai ketentuan," tambahnya. (maw)
| Mendag Resmikan Pabrik Pertama Roti Ropi di Klaten dan Lepas Ekspor Adonan Roti ke UEA |
|
|---|
| Mendag Budi Santoso Kunjungi UMKM Produksi Gitar Akustik di Juwiring Klaten |
|
|---|
| Gerakan Kamis Pakai Lokal Disebarluaskan Sampai Tingkat Kampus, Ini Kata Mendag Budi Santoso |
|
|---|
| Mendag Budi Santoso Cek BDKT Gas Elpiji di Pertamina Fuel Terminal Rewulu Bantul |
|
|---|
| Mendag Beberkan Tips Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Hilirisasi Industri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Hasil-Peninjauan-SOP-Pengisian-LPG-di-SPBE-Rewulu-Ini-Kata-Menteri-Perdagangan.jpg)