Restorasi Honda TL 125: Menjaga Orisinalitas Motor Trail Legendaris
Motor ini bukan sembarang motor. Honda TL 125 merupakan motor trail ringan produksi tahun 1970-an yang dirancang khusus untuk keperluan trial riding.
Penulis: Santo Ari | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Di tengah gempuran motor trail modern dengan fitur elektronik canggih dan desain agresif, masih ada pencinta otomotif yang memilih jalur berbeda yakni menghidupkan kembali motor klasik.
Salah satunya adalah proyek restorasi Honda TL 125 yang digarap oleh Ego Bagus Kadhita, pemilik Mayeng Custom Garage di Sewon, Bantul.
Motor ini bukan sembarang motor. Honda TL 125 merupakan motor trail ringan produksi tahun 1970-an yang dirancang khusus untuk keperluan trial riding.
Meski bentuknya sederhana dan terkesan kalem, motor ini dikenal punya performa mesin yang tangguh, handling lincah, serta bobot ringan yang sangat ideal untuk manuver di jalur teknikal. Bahkan, sebagian orang menyebutnya sebagai “the gentleman’s trial bike.”
Baca juga: Modus Ngaku Relawan Polisi, Kakak Beradik di Kalasan Rampas Ponsel dan Uang Remaja Klaten
Menurut Bagus, sang pemilik motor hanya punya satu keinginan: punya motor yang tidak ada duanya. Pilihan jatuh pada Honda TL 125, motor yang memang tergolong langka di Indonesia.
Ia menceritakan, saat barang datang, secara penampilan memang sudah termakan usia, tapi kondisi mesin masih sehat dan layak jalan.
Namun, untuk memenuhi keinginan sang pemilik agar motor ini tampil seperti baru, restorasi total pun dilakukan. Proyek ini tidak sekadar mengganti yang rusak, melainkan menjaga sebanyak mungkin komponen original.
“Kurang lebih 95 persen part-nya masih bawaan asli,” jelas Bagus.
Beberapa bagian seperti knalpot, rak kemudian slebor, dan tepong dari plastik mengalami keropos, tapi tetap dipertahankan dan diperbaiki sebisa mungkin.
Sementara, part yang diganti seperti ban, rantai, kabel, baut termasuk kampas rem. Untuk kenyamanan berkendara, digunakan ban dual purpose yang juga cocok buat segala medan.
“Barang lama itu bahannya bagus. Meski keropos, biasanya cuma di permukaan dan masih bisa diperbaiki. Kita usahakan tetap pakai part ori,” ujarnya.
Salah satu tantangan dalam proyek ini adalah sistem kelistrikan. Semua kabel dan lampu dalam kondisi mati, sebagian kabel bahkan sudah getas. Akhirnya, perkabelan pun dibuat dari nol dengan bahan yang baru.
Mesin pun harus dibongkar dan dirakit kembali menggunakan baut-baut baru yang menyamai ukuran aslinya.
“Kalau nggak ketemu di toko, ya harus dibubut satu-satu. Itu yang makan waktu cukup lama,” tambahnya.
Permintaan lain yang cukup menantang datang dari sisi pewarnaan. Sang pemilik ingin cat sesuai katalog warna orisinal Honda TL 125.
| Review Kamar di ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta: Perpaduan Kenyamanan, Seni, dan Kemewahan |
|
|---|
| New Honda Stylo 160 Hadir dengan Warna Spesial Burgundy, Semakin Mewah dan Retro |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Bantul Imbau Warga Tetap Tenang, Jangan Panic Buying BBM di Tengah Isu Kenaikan |
|
|---|
| 3 Tips Aman Menghindari Blind Spot Area Ala Honda Istimewa |
|
|---|
| Rawat Motor dengan Rutin Cek Oli Mesin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Restorasi-Honda-TL-125.jpg)