Satu Warga Kota Yogyakarta Positif Covid-19, Tanpa Gejala dan Sudah Sembuh
Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, menyampaikan meski gejala yang dialami pasien ringan, upaya tracing tetap dilakukan.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta kembali menemukan kasus pasien yang terjangkit Covid-19 di wilayahnya.
Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, menyampaikan meski gejala yang dialami pasien ringan, upaya tracing tetap dilakukan.
"Kemarin ada satu positif, gejalanya ringan. Sekarang ini kalau Covid, ya tetap waspada. Dalam artian, kita menggunakan masker kalau ada gejala," katanya, Rabu (11/6/1025).
Dijelaskan, satu pasien Covid-19 tersebut merupakan warga Kota Yogyakarta, namun berdomisili di wilayah Kabupaten Sleman.
Emma pun memaparkan, setelah dilakukan tracing menyasar empat kontak erat dari penyintas, seluruhnya dipastikan negatif dan tidak ada yang tertular.
"Sekarang sudah sembuh, karena itu sudah dianggap penyakit seperti flu lainnya, ya sudah. Perlakuannya, tata laksananya, ya seperti flu biasa," cetusnya.
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, menuturkan, sejak status pandemi dicabut pada kisaran Juni 2023 silam, Covid-19 pun sebenarnya tidak serta merta menghilang.
Sampai sejauh ini, kasus harian Covid-19 masih bermunculan di Kota Yogyakarta, meski jumlahnya tak banyak, dan penyebarannya tidak lagi cepat.
"Dalam satu minggu kadang ada satu atau dua kasus. Rata-rata tidak bergejala, istilahnya OTG kalau dulu. Sehingga relatif aman. Kasus ringan, penangannya cukup istirahat di rumah," ujarnya.
Yang terpenting, lanjut Lana, masyarakat tetap konsisten menerapkan PHBS (pola hidup bersih dan sehat), seperti memakai masker di ruang publik ketika merasa tidak enak badan.
Lalu, melanjutkan budaya cuci tangan, dan bergegas mengakses layanan kesehatan ketika mendapati ada keluhan batuk atau pilek berkepanjangan.
"Mayoritas penduduk di Kota Yogya sudah tervaksin, sudah di atas 85 persen. Artinya, kekebalan komunitas sudah ada. Itu salah satu yang menjadikan Covid-19 sekarang tidak menimbulkan keparahan dan penyebaran," pungkasnya. (*)
| Belasan Anak Korban Little Aresha Daycare Alami Gangguan Perkembangan, Ini Rinciannya |
|
|---|
| Penyebab Lonjakan Harga Minyak Goreng Premium di Bantul |
|
|---|
| Sekolah Terdampak Tol Jogja–Solo, SD Nglarang Pindah ke Lahan Baru Seluas 4.800 m² |
|
|---|
| Pemkot Yogya Gencarkan Sweeping Imunisasi Campak, Sasar Anak yang Tercecer Vaksinasi |
|
|---|
| Mogok Kerja Pertama Sejak 1998, Buruh PT Taru Martani Desak Manajemen Penuhi Tiga Tuntutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-update-covid19.jpg)