Industri Konstruksi Jogja Siapkan Program Lapangan untuk Siswa SMK, Bentuk SDM Siap Kerja
Program ini telah berjalan selama dua tahun dan telah melibatkan lebih dari 25 peserta magang dari berbagai sekolah kejuruan.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebagai bagian dari kontribusinya terhadap dunia pendidikan vokasi, Masterbangun.id, perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, membuka program magang khusus untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Yogyakarta.
Program ini telah berjalan selama dua tahun dan telah melibatkan lebih dari 25 peserta magang dari berbagai sekolah kejuruan.
Budi Setiawan, selaku Manager Operasional Masterbangun.id, menjelaskan bahwa ide program ini bermula dari pertemuan tak sengaja dengan seorang guru SMK yang meminta bantuan agar siswanya bisa belajar langsung di lapangan.
Masterbangun.id merupakan perusahaan konstruksi yang memberikan solusi pembangunan kepada setiap keluarga dengan rasa aman, nyaman dan amanah.
Permintaan tersebut disambut baik oleh tim Masterbangun.id, yang kemudian mengembangkan program magang ini secara lebih serius.
“Anak-anak SMK memang punya bekal teori di sekolah, tapi begitu masuk ke lapangan, ternyata kondisinya jauh berbeda. Maka dari itu, kami ingin bantu adik-adik yang memang niat belajar untuk merasakan langsung dunia kerja di bidang konstruksi,” ujar Budi di kantor mereka yang berlokasi di Jalan Nogotirto, Banyuraden, Sleman, Senin (9/6/2025).
Program magang ini menyasar siswa jurusan Teknik Bangunan, dan dalam waktu dekat juga akan diperluas ke jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Digital Marketing.
Peserta dibimbing mulai dari tahap awal, seperti survei lokasi dan pembuatan denah hingga ke proses pembangunan fisik dan pembuatan visualisasi 3D.
Bimbingan langsung dilakukan oleh praktisi berpengalaman, sehingga peserta tidak hanya bekerja, tetapi juga mendapat pelatihan dan pengetahuan yang aplikatif.
“Peserta kami ajari dari nol, dari bagaimana menghadapi klien pertama kali, sampai proses eksekusi di lapangan. Kami ingin mereka benar-benar siap menghadapi dunia kerja,” tambah Budi.
Dalam dua tahun pelaksanaan, program ini telah menerima sekitar 25 peserta.
Tahun pertama sebanyak 12 orang, dan tahun kedua bertambah 13 orang, yang sebagian masih menjalani masa magang.
Pada tahun ajaran baru ini, empat peserta tambahan juga akan mulai bergabung. Menariknya, seleksi peserta dilakukan secara ketat melalui tes dasar dan wawancara untuk memastikan motivasi belajar mereka benar-benar kuat.
“Dulu kami terima siapa saja. Tapi ternyata ada yang hanya mengisi waktu kosong, tidak benar-benar niat. Sekarang kami seleksi lebih ketat, karena kami serius ingin membentuk SDM yang siap kerja,” ungkap Budi.
| Tantangan Implementasi PBG untuk Ketahanan Bangunan Turut Disinggung dalam Seminar HAKI DIY 2025 |
|
|---|
| Tim Ahli Bangunan Gedung Soroti Minimnya Kesadaran Akan Pentingnya Kajian Keandalan Bangunan |
|
|---|
| BGN Klaim MBG Ciptakan Ratusan Ribu Lapangan Kerja, Bukan Sebatas Pembagian Makanan Gratis |
|
|---|
| Soroti Kualitas Konstruksi Berkelanjutan, HAKI DIY Bakal Adakan Expo dan Short Course 2025 |
|
|---|
| Berkaca dari Robohnya Ponpes Al Khoziny, AHY Ingatkan Pentingnya Pemenuhan Standar Konstruksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Siswa-SMK-magang-di-Masterbangunid.jpg)