DKPP Klaten Catat Ada 26 Sapi Kurban Terkena Cacing Hati
Pengecekan antemortem meliputi kondisi kesehatan dan kelayakan hewan kurban sesuai syariat Islam.
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten terus melakukan pemantauan dan pengawasan proses penyembelihan hewan kurban Iduladha 1446 Hijriyah 2025.
Kepala DKPP Kabupaten Klaten, Iwan Kurniawan, mengatakan pemantauan dari tim pengawasan hewan kurban DKPP Klaten itu akan berlangsung selama empat hari, mulai Jumat (6/6/2025) sampai Senin (9/6/2025).
"Kemarin kami menerjunkan personel tim pengawasan hewan kurban sebanyak 70 orang. Mereka terbagi dalam beberapa tim di lima pusat kesehatan hewan (Puskeswan) se-Kabupaten Klaten," ucap Iwan kepada Tribunjogja.com, Minggu (8/6/2025).
Tim pengawasan itu bertugas melakukan pemantauan dan pengecekan kesehatan hewan kurban, baik sebelum disembelih (antemortem) maupun setelah disembelih (postmortem).
Pengecekan antemortem meliputi kondisi kesehatan dan kelayakan hewan kurban sesuai syariat Islam.
Sedangkan, pengecekan postmortem meliputi pemeriksaan daging dan organ dalam hewan kurban.
Salah satu yang diperiksa adalah terkait dengan keberadaan cacing hati atau fasciola hepatica.
"Sampai hari ketiga pemantauan, kami menemukan ada sekitar 26 sapi yang mengidap cacing hati. Kami sudah sampaikan kepada masyarakat yang berkurban apabila ada organ hati yang ditemukan cacing hati. Kami himbau (organ hati) itu tidak dikonsumsi dan dimusnahkan atau dikubur," jelasnya.
Iwan melanjutkan temuan 26 sapi mengidap cacing hati itu berada di 11 kecamatan.
Di antaranya Kecamatan Klaten Utara, Jatinom, Klaten Tengah, Prambanan, Karanganom, Karangnongko, Ngawen, Kemalang, Tulung, Bayat, dan Jogonalan.
Berdasarkan data yang dihimpun pada Jumat-Sabtu (6-7/6/2025), DKPP Klaten mencatat temuan cacing hati paling banyak berada di Kecamatan Klaten Utara.
Karena terdapat sekitar lima sapi yang organ hatinya ditemukan cacing.
Satu di antaranya berbau menyengat serta ada pengerasan pada organ hati.
Selanjutnya di Kecamatan Jogonalan dan Kecamatan Karangnongko masing-masing ada empat sapi yang ditemukan cacing hati.
| Bantuan Sapi dari Pemkab Kulon Progo Berpotensi Batal Akibat Merebaknya PMK |
|
|---|
| Alasan Pedagang Daging Sapi di Jabodetabek Mogok Berjualan Selama Tiga Hari |
|
|---|
| DKPP Bantul Temukan Delapan Kasus PMK pada Hewan Ternak Sejak Awal 2026 |
|
|---|
| Delapan Muda-Mudi Diamankan Polisi di Imogiri, Ditemukan Pil Sapi dan Clurit |
|
|---|
| Kasus PMK Kembali Merebak di Kulon Progo, Diyakini Gejalanya Lebih Ringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Petugas-tim-kesehatan-hewan-DKPP-Klaten-periksa-organ-hati-hewan-kurban.jpg)