Hanung Bramantyo Suarakan Hak Perempuan untuk 'Terpuaskan' Lewat Film Gowok
Hanung Bramantyo seakan membuka mata publik dengan menguaknya kembali lewat film berjudul Gowok: Kamasutra Jawa.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tradisi gowok memang sudah lama hilang, atau sengaja dihilangkan, dari akar sejarah kehidupan masyarakat di Pulau Jawa.
Namun, sutradara asal Yogyakarta, Hanung Bramantyo, seakan membuka mata publik dengan menguaknya kembali lewat film berjudul Gowok: Kamasutra Jawa.
Dalam tradisi Jawa, gowok adalah perempuan yang bertugas mendidik pria muda tentang kehidupan rumah tangga dan hubungan seksual, khususnya bagi calon pengantin laki-laki.
Hanung mengamini, peran gowok sebagai 'laboratorium' sebelum lelaki memulai kehidupan rumah tangga, tentu memunculkan kesan tabu di masyarakat dewasa ini.
Namun, alih-alih menggambarkan maskulinitas, lewat film berdurasi 130 menit tersebut, dirinya justru menyuarakan hak perempuan untuk mencapai kepuasan dalam satu hubungan.
Cerita yang berpusat pada sosok gowok Nyai Santi (diperankan oleh Lola Amaria), memang mengisahkan seputar seni memuaskan pasangan.
"Saya memang ingin menunjukkan, bahwa sejatinya laki-laki harus memuaskan perempuan," ujarnya, di sela special screening, di Empire XXI, Kota Yogyakarta, Minggu (1/6/2025) malam.
Pandangannya tersebut seakan mematahkan cara berpikir sebagian masyarakat, yang menitikberatkan perempuan untuk melayani kaum pria.
Bukan tanpa alasan, para catin lelaki yang digowok, memang diharapkan bisa menjadi 'lelananging jagad', sekaligus pemuas bagi pasangannya nanti, ketika sudah resmi menikah.
Melalui rangkaian materi dan praktik secara langsung, gowok mengajarkan kepada laki-laki muda mengenai rahasia seluk-beluk tubuh perempuan.
Menurutnya, keberadaan gowok menunjukkan masyarakat di era tersebut (setting film 1950-1965) sudah memiliki kesadaran akan pentingnya arti kepuasan bagi kaum Hawa.
"Dalam budaya Jawa, laki-laki harus men-treat perempuan, supaya orgasme dulu, sebelum laki-laki. Perempuan punya hak untuk (mencapai) orgasme," ungkap Hanung.
Meski demikian, konteks terpuaskan yang digambarkannya bukan sekedar dalam seks semata, namun juga soal hasrat perempuan untuk merengkuh mimpi-mimpinya.
Fenomena itu dikisahkan melalui momen gowok Nyai Ratri (Raihaanun), sebagai penerus Nyai Santi, yang mempunyai ambisi mewujudkan sekolah khusus perempuan.
Sejak muda, Ratri memang sudah berambisi menjadi perempuan berdikari, berkat dorongan dari Kamanjaya (Devano Danendra), pujaan hatinya yang digowok oleh Nyai Santi.
| Film 'Pelangi di Mars' Tawarkan Petualangan Luar Angkasa dan Edukasi Lingkungan |
|
|---|
| Judul Film, Jam Tayang dan Tiket Masuk CGV Pakuwon Mall Jogja Hari Ini, Rabu 1 April 2026 |
|
|---|
| Jam Tayang “Tunggu Aku Sukses Nanti”: 2 April 2026 CGV Pakuwon Mall Jogja |
|
|---|
| Jam Tayang Film 'Tunggu Aku Sukses Nanti' 1 April 2026 di CGV Pakuwon Mall Jogja |
|
|---|
| 8 Film Coming Soon Paling Dinanti, dari Superhero hingga Live-Action |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Hanung-Bramantyo-bersama-para-pemeran-film-Gowok.jpg)