Cerita Pak Sapto Sebulan jadi Driver Bajaj Maxride, Banjir Orderan karena Pesaing Sedikit

Harga yang ramah di kantong dan mendapat sensasi baru naik kendaraan roda tiga jadi nilai plus masyarakat berbondong-bondong mencoba kendaraan itu.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA / ALMURFI SYOFYAN
BAJAJ MAXRIDE : Seorang driver Bajaj Maxride, Sapto Nugroho (55) saat ditemui di Area Parkir Abu Bakar Ali, Yogyakarta, Jumat (30/5/2025) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kehadiran Bajaj Maxride di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuka rezeki bagi sejumlah pengemudi kendaraan roda tiga tersebut.

Harga yang ramah di kantong dan mendapat sensasi baru naik kendaraan roda tiga jadi nilai plus masyarakat berbondong-bondong mencoba kendaraan itu.

Seorang pengemudi Bajaj Maxride di Kota Yogyakarta, Sapto Nugroho, menyebut jika dirinya baru sebulan banting setir menjadi driver Bajaj Maxride.

"Sudah satu bulan persis jadi driver Bajaj Maxride. Saya dulu di ojek online motor. Kebetulan saya kena suspend di tempat lama dan ada peluang di Maxride dan saya coba," ujarnya ditemui Tribun Jogja di area parkir Abu Bakar Ali, Jumat (30/5/2025).

Dia mengakui, dirinya termasuk driver gelombang pertama dalam mendaftar sebagai pengemudi Bajaj Maxride tersebut.

Selain meminta persyaratan pribadi seperti surat izin mengemudi hingga kartu keluarga, dirinya juga mendapat pelatihan sebelum mendapat unit Bajaj Maxride tersebut.

Baca juga: Bajaj Maxride juga Beroperasi di Kota Yogyakarta, Dishub Imbau Lengkapi Izin Operasional

"Saya dapat unit setelah daftar, saya datang ke Kantor Maxride di Jombor, nyerahin SIM C, KTP sama KK. Lalu diwawancara dan beri pelatihan lalu dapat unit (Bajaj)," jelasnya.

Menurut pria berusia 55 tahun itu, peluang mendapat orderan dari jadi pengemudi Bajaj tersebut cukup tinggi karena unit Bajaj Maxride baru beroperasi sebanyak 50 unit di DIY.

Bila dibandingkan saat dirinya menjadi pengemudi ojek online yang saingannya sangat banyak, jadi driver Bajaj Maxride lebih menggiurkan.

"Sangat beda dengan ojol kemarin karena dari segi penghasilan sangat besar sekali, tapi untuk kecapekan juga imbang. Dulu di ojol capek karena nunggu orderan, sekarang capek karena kebanyakan orderan," ulasnya.

Lanjutnya, dalam sehari dirinya bahkan bisa mendapat 25 orderan dan itu didapatkan dengan 8 jam bekerja.

"Itu kerja 8 jam full tanpa henti. Kalau saya sistemnya empat jam narik, henti dua jam saat siang dan lanjut lagi setelah maghrib," jelasnya.

Rata-rata, kata Sapto, dirinya bisa membawa uang bersih dari hasil jadi driver Bajaj Maxride hingga Rp 150 ribu. Jumlah itu lebih tinggi dari kerjaannya aplikasi sebelumnya.

"Itu sudah nutup setoran, untuk bensin dan bawa uang untuk ke rumah. Kalau bersihnya saya rata-rata per hari bisa Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu, kalau di tempat lama saya sampai minus-minus. Susah karena driver banyak," akunya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved