Ada Asrama Mahasiswa Yapen di Jogja

Asrama ini memiliki total 26 kamar, dengan 12 kamar di lantai bawah dan 14 di lantai atas dan satu kamar pengawas.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA/Ardhike Indah
ASRAMA: Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, meresmikan asrama mahasiswa untuk memfasilitasi pemuda yang menempuh studi di Yogyakarta. Asrama berada di Jalan Beo No. 41, Demangan, Gejayan, Sleman dan diresmikan Minggu (25/5/2025) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen resmi mengoperasikan asrama mahasiswa yang dibangun sejak 2023. Asrama terletak di Jalan Beo No. 41 Demangan Baru, Gejayan, Sleman, DI Yogyakarta.

Peresmian dilakukan setelah seluruh fasilitas penunjang asrama rampung dan siap digunakan oleh para mahasiswa asal Yapen yang tengah menempuh studi di luar daerah.

Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, mengatakan bahwa pembangunan fisik asrama sudah dilakukan sejak masa pejabat bupati tahun sebelumnya. Namun, baru tahun ini diresmikan karena sebelumnya belum dilengkapi isi dan fasilitas pendukung.

“Kita baru isi sekarang, lalu kita resmikan sekarang. Harapannya, asrama ini bisa digunakan dengan baik oleh anak-anak mahasiswa Yapen untuk tempat tinggal selama kuliah,” kata Benyamin kepada Tribun Jogja, Sabtu (25/5/2025).

Asrama ini memiliki total 26 kamar, dengan 12 kamar di lantai bawah dan 14 di lantai atas dan satu kamar pengawas.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen mengalokasikan tempat ini untuk mahasiswa dan mahasiswi asal Yapen, dengan rencana penempatan mahasiswi di lantai bawah dan mahasiswa di lantai atas.

Selain menyediakan tempat tinggal, Pemkab Yapen juga menanggung biaya operasional dasar seperti listrik, air, dan internet.

“(Biaya) tidak dibebankan pada mahasiswa. Kami pemerintah mengambil beban ini. Sehingga uang bulanan dari orang tua bisa dipakai untuk keperluan lain, seperti transport atau kebutuhan kuliah,” lanjut Benyamin.

Ia juga menekankan pentingnya relasi sosial mahasiswa dengan lingkungan sekitar. Menurutnya, selama ini ada kesan bahwa mahasiswa asal Papua kerap disalahpahami.

Karena itu, mahasiswa Yapen diminta menjadi contoh yang baik dalam membangun komunikasi dan interaksi dengan warga sekitar.

“Kami harap, kehidupan sosial, interaksi, dan komunikasi dengan warga bisa berjalan baik. Mahasiswa hadir tidak hanya untuk belajar, tapi juga menjadi bagian dari masyarakat di lingkungan asrama,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen, CH Marani, menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan sosialisasi melalui media sosial untuk melihat animo mahasiswa yang ingin tinggal di asrama tersebut. Ia mengakui, pembagian penghuni berdasarkan jenis kelamin masih menjadi bahan pertimbangan.

“Ini dilematis. Kalau kita terima putri saja, kapasitas bisa kurang terisi. Tapi kami sedang minta pertimbangan dari kepala dukuh setempat apakah memungkinkan asrama ini digunakan untuk putra-putri,” kata Marani.

Ia menegaskan, akan ada sistem inventarisasi dan aturan seleksi agar penghuni asrama benar-benar mahasiswa yang berhak dan mampu menjaga hubungan baik dengan warga sekitar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved