Penjualan Sapi di Sentolo Kulon Progo Diklaim Naik 2 Persen Jelang Iduladha 2025

Secara angka, jumlah sapi yang terjual dari tempatnya naik antara 20 sampai 30 ekor menjelang Iduladha tahun ini.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
HEWAN KURBAN - Sapi kurban Iduladha di peternakan di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, Selasa (20/05/2025). Penjualan sapi kurban di sana meningkat 2 persen dibandingkan Iduladha tahun sebelumnya. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Permintaan hewan kurban mengalami kenaikan menjelang Iduladha 1446 Hijriah/2025  tahun ini. 

Peternak dan pedagang hewan pun kebanjiran pesanan dan meraup keuntungan di momen tersebut.

Seperti yang dialami oleh Olan Suparlan, pemilik peternakan sapi di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo. Ia turut merasakan peningkatan tersebut.

"Ada kenaikan permintaan sekitar 2 persen dibandingkan Iduladha tahun lalu," ungkap Olan ditemui di Sukoreno, Selasa (20/05/2025).

Secara angka, jumlah sapi yang terjual dari tempatnya naik antara 20 sampai 30 ekor menjelang Iduladha tahun ini.

Sapi yang diminati berada di kisaran harga Rp 21 juta sampai Rp 25 juta.

Olan menyediakan sapi jenis Limosin, Bali, Cross, dan Jawa PO (Peranakan Ongole).

Sapi jenis Limosin dan Bali saat ini menjadi yang paling diminati oleh pembeli.

"Pembelinya berasal dari lokal Kulon Progo, Bantul, Sleman, Kota Yogyakarta, bahkan dari Magelang dan Purworejo di Jawa Tengah," katanya.

Baca juga: Koordinator TPID DIY Minta Peternak Rutin Cek Kondisi Kesehatan Hewan Kurban untuk Iduladha

Demi menjamin kualitas sapi kurban yang dijual, Olan selalu memeriksakan kondisi kesehatan sapi secara rutin.

Pemeriksaan dilakukan oleh petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Sentolo.

Pemeriksaan dilakukan minimal setiap 2 hari sekali.

Sapi yang didatangkan dari luar daerah pun wajib memiliki SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) sebagai jaminan. 

"Jika ada sapi yang sakit akan segera diobati agar tetap sehat sampai waktu pengiriman," jelas Olan.

drh. Vika Yuanita dari Puskeswan Sentolo mengatakan secara umum kondisi kesehatan sapi di peternakan milik Olan secara umum baik. Hanya ada beberapa yang mengalami diare.

Namun ia menyebut diare menjadi hal yang wajar lantaran sapi dari luar daerah perlu beradaptasi dengan jenis pakan baru. Langkah antisipasi penyebaran penyakit ternak pun rutin dilakukan.

"Seperti dengan penyemprotan desinfektan dan anti lalat di area kandang secara berkala," kata Vika.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved