Rangkuman Pengetahuan Umum

Mengapa Saat Cuaca Dingin dan Hujan Deras Sering Muncul Kabut? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Fenomena kabut yang muncul saat cuaca dingin dan hujan deras seringkali menjadi pemandangan yang tidak asing bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya. 

pixabay
ILUSTRASI KABUT - Mengapa Saat Cuaca Dingin dan Hujan Deras Sering Muncul Kabut? Ini Penjelasan Ilmiahnya 

TRIBUNJOGJA.COM – Fenomena kabut yang muncul saat cuaca dingin dan hujan deras seringkali menjadi pemandangan yang tidak asing bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya. 

Kabut yang menyelimuti jalanan hingga perbukitan tidak hanya menciptakan suasana mistis dan indah, tetapi juga membawa dampak bagi aktivitas sehari-hari, terutama dalam hal keselamatan berkendara.

Lalu, mengapa cuaca dingin dan hujan deras bisa menyebabkan kabut muncul? Berikut penjelasan ilmiahnya yang mudah dipahami.

Baca juga: VIRAL Fenomena Kabut Tebal Selimuti Pakem Sleman di Siang Hari, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Apa Itu Kabut? Kabut, Si "Awan" di Permukaan Tanah

Kabut adalah kumpulan tetesan air sangat kecil yang tersuspensi di udara dan terbentuk di dekat permukaan tanah. 

Pada dasarnya, kabut adalah bentuk awan yang muncul sangat rendah di atmosfer. 

Kabut pada dasarnya adalah awan yang berada sangat dekat dengan permukaan tanah. Kabut terbentuk ketika udara di dekat permukaan mendingin hingga mencapai titik embun, yaitu suhu di mana uap air mulai mengembun menjadi tetesan air kecil yang melayang di udara.

Menurut informasi dari literatur meteorologi dan juga penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), uap air akan mengembun bila suhu cukup rendah dan kelembapan di udara tinggi. Inilah yang biasanya terjadi setelah hujan deras, terutama saat malam hari.

Ketika udara mencapai kondisi tertentu, uap air di udara akan mengembun menjadi butiran-butiran air kecil ini sehingga membentuk kabut.

Peran Suhu dan Titik Embun

Salah satu faktor utama pembentukan kabut adalah suhu udara yang mencapai titik embun. 

Titik embun adalah suhu di mana udara yang mengandung uap air menjadi jenuh sehingga uap air mulai berubah bentuk menjadi tetesan air (kondensasi). 

Dalam kondisi udara yang dingin, kemampuan udara menahan uap air menurun sehingga uap air mudah mengembun.

Saat udara mendingin hingga mencapai titik embun, uap air yang ada akan berubah menjadi butiran air kecil yang membentuk kabut.

Baca juga: VIRAL Dua Pusaran Angin Muncul di Pantai Gesing Gunungkidul, BMKG Jelaskan Fenomena Waterspout

Mengapa Hujan Deras Membantu Terbentuknya Kabut?

Saat hujan deras turun, banyak air hujan yang meresap ke tanah dan juga menguap dari permukaan tanah, tumbuhan, dan badan air di sekitar kita. 

Proses penguapan ini menambah kelembapan udara secara signifikan. 

Udara yang sangat lembap ini saat bersentuhan dengan suhu yang dingin akan membuat kondisi menjadi jenuh, sehingga memicu terbentuknya kabut.

Selain itu, hujan deras juga sering membuat tanah dan permukaan sekitar menjadi basah dan dingin, yang mempercepat pendinginan udara di dekat permukaan.

Jenis Kabut yang Sering Muncul Setelah Hujan Deras dan Cuaca Dingin

Dalam meteorologi, ada beberapa jenis kabut, namun yang paling umum muncul dalam kondisi cuaca dingin dan hujan deras adalah:

  • Kabut Radiasi

Terjadi saat malam hari yang cerah dan tenang. 

Permukaan tanah mendingin secara cepat dengan radiasi panas ke atmosfer, kemudian mendinginkan udara yang ada di atasnya hingga mencapai titik embun dan membentuk kabut.

  • Kabut Hujan (Frontal Fog)

Terjadi saat hujan turun ke permukaan yang lebih dingin.

Hujan membawa kelembapan tinggi, dan udara yang dingin menyebabkan uap air tersebut langsung mengembun membentuk kabut.

Pentingnya Kondisi Angin

Kondisi angin juga memengaruhi terbentuknya kabut.

Angin yang lemah atau hampir tidak ada akan memungkinkan uap air tetap terkonsentrasi di dekat permukaan tanah sehingga kabut bisa terbentuk dan bertahan lama.

Sebaliknya, angin kencang akan mengusir uap air sehingga menghambat proses pembentukan kabut.

Dampak Kabut Bagi Aktivitas Sehari-hari

Meski indah dilihat, kabut tebal dapat sangat mengganggu aktivitas, terutama dalam hal keselamatan berkendara. 

Jarak pandang yang terbatas akibat kabut meningkatkan risiko kecelakaan di jalan. 

Oleh karena itu, saat kabut turun, masyarakat dihimbau untuk selalu berhati-hati dan mengurangi kecepatan kendaraan.

Selain itu, kabut juga dapat memengaruhi kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pernapasan, karena udara yang lembap dan dingin dapat memperparah kondisi tertentu.

Jadi, kabut yang sering muncul saat cuaca dingin dan hujan deras adalah hasil dari interaksi antara suhu udara yang turun mendekati titik embun, peningkatan kelembapan akibat hujan, dan kondisi angin yang tenang. 

Kombinasi ini memicu proses kondensasi uap air menjadi butiran air kecil di dekat permukaan, sehingga terciptalah kabut.

Fenomena ini sangat umum terjadi di daerah pegunungan dan dataran tinggi seperti wilayah sekitar Jogja, terutama saat musim hujan dan malam hari.

( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved