Hingga April, Produksi Gabah Kering Panen di Sleman Capai 123 Ribu Ton
Lahan seluas itu menghasilan produksi Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 123.784 ton atau setara beras 46.118 ton.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kabupaten Sleman dikenal sebagai lumbung pangan DIY. Hingga akhir April, realisasi luas lahan pertanian padi yang telah panen di Bumi Sembada tercatat seluas 12.450 hektare.
Lahan seluas itu menghasilan produksi Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 123.784 ton atau setara beras 46.118 ton.
Sebagian hasil panen diserap oleh Bulog untuk diproses menjadi beras cadangan pangan nasional sejumlah 21.873 ton dengan harga Rp 6.500 per kilogram.
Di sisi lain, Luas Tambah Tanam (LTT) bulan April 2025 di Kabupaten Sleman sebagai indikator penting efisiensi penggunaan lahan mencapai 5.033 hektar. Realisasi tanam, hingga bulan Mei, seluas 16.696 hektar.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan capaian pertanian di Kabupaten Sleman tersebut, tidak terlepas dari kerja keras semua pihak.
Mulai dari para petani, penyuluh pertanian serta dukungan teknologi dan kebijakan dari Pemerintah Pusat maupun Daerah.
"Saya mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat untuk menyukseskan program swasembada pangan dan semoga menjadi titik tolak menuju pertanian Sleman maju, mandiri dan modern," kata Danang di acara panen padi dan percepatan tanam bersama Kementerian Pertanian di lahan persawahan Slarongan, Kelurahan Sendangmulyo, Minggir, Selasa (20/5/2025).
Panen padi dan percepatan tanam ini merupakan program nasional yaitu swasembada pangan. Tujuannya dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan stok pangan di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Danang mengucapkan terimakasih atas kunjungan Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI, Yudi Sastro. Ia berharap kunjungan ini menjadi motivasi petani Sleman khususnya di Sleman barat dalam mengoptimalkan kinerja di sektor pertanian.
"Sebuah kebanggaan Kabupaten Sleman terpilih sebagai salah satu lokasi percepatan tanam padi Kementan RI. Semoga kami dapat terus mempertahankan capaian luas tanam dalam upaya mempertahankan ketahanan pangan baik di Kabupaten Sleman maupun DIY serta mewujudkan swasembada pangan," ujar Danang
Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Yudi Sastro menyampaikan program nasional swasembada pangan akan terus diupayakan melalui berbagai cara, satu di antarannya dengan kunjungan langsung ke lapangan bertemu petani. Ia menyampaikan stok beras pemerintah yang dikelola Bulog saat ini hampir mencapai 4 juta ton dan baru kali ini dalam 57 tahun.
"Capaian ini adalah hasil kerja keras siapa? Ya petani yang utama dan juga petugas-petugas dilapangan seperti penyuluh dan dinas terkait. Serta insyaallah kita akan mengekspor beras dan jagung dalam waktu dekat karena stok yang cukup tinggi," ujar Yudi
Untuk mewujudkan swasembada pangan diakuinya perlu upaya percepatan tanam yang secara terus menerus. Adapun di Sendangmulyo Minggir, ada 600 hektar lahan sehingga tujuan Kementan RI adalah menyerap aspirasi petani terkait apa yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan kepada petani di Kalurahan Sendangmulyo yakni traktor rotary dan pupuk hayati cair (PHC) extragen untuk Kelompok Tani (KT) Manunggal Karyo Slarongan. Kemudian untuk KT Klepu Makmur yakni Pupuk hayati cair (PHC) extragen, KT Lumintu Lestari Planggokan mendapatkan benih padi untuk 15 hektar serta KT Dadi Mulyo Prapak Kulon mendapatkan benih padi untuk luas 20 hektar.(*)
| Sambut Hari Jadi ke-110, Pemkab Sleman Salurkan Bantuan RTLH Hingga Sembako di Tempel |
|
|---|
| Dominikus Dion, Putra Daerah yang Setia dan Bawa PSS Sleman Promosi ke Super League |
|
|---|
| Pelaku Kejahatan Jalanan Mayoritas Remaja, Polresta Sleman Intensifkan Gerakan Orang Tua Memanggil |
|
|---|
| Sasar Korban Acak, Tiga Pembacok Mahasiswa di Godean Sleman Ditangkap, 1 Masih DPO |
|
|---|
| Pelajar SMK dan Karyawan SPPG di Sleman Diduga Terlibat Pencabulan Anak di Bawah Umur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Hingga-April-Produksi-Gabah-Kering-Panen-di-Sleman-Capai-123-Ribu-Ton.jpg)