Orangtua Siswa di Jogja Minta ASPD SD 2025 Bebas dari Kebocoran Soal
Mereka menilai integritas penyelenggaraan ujian sangat penting demi menciptakan sistem pendidikan yang adil dan bermutu.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Orangtua siswa di DI Yogyakarta berharap agar pelaksanaan Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) berlangsung jujur dan bebas dari kebocoran soal.
Mereka menilai integritas penyelenggaraan ujian sangat penting demi menciptakan sistem pendidikan yang adil dan bermutu.
Siti Rohmah, salah satu orangtua siswa SD di Jogja, mengatakan bahwa anaknya telah menjalani berbagai persiapan dengan sungguh-sungguh.
Ia mengaku sering menemani anaknya belajar di malam hari dan mengikuti beberapa sesi belajar tambahan di luar sekolah.
“Sejak awal semester, kami sudah berusaha menjaga rutinitas belajar di rumah. Anak saya juga sempat ikut bimbingan belajar setiap akhir pekan. Jadi, saya ingin hasil ujian ini betul-betul mencerminkan kerja kerasnya,” ujar Siti, Minggu (18/5/2025)
Ia menambahkan bahwa dirinya merasa cemas jika muncul isu soal bocor atau bocoran jawaban yang beredar di antara siswa.
“Kalau sampai ada anak yang dapat bocoran dan nilainya jadi tinggi, itu tidak adil. Anak saya bisa jadi merasa usahanya sia-sia. Padahal, bukan cuma soal nilai, tapi kepercayaan diri anak juga bisa terganggu,” jelasnya dengan nada prihatin.
Baca juga: JCW Harap Kasus Materi Soal Bocor Tingkat SMP Tak Terjadi di ASPD SD
Bagi Siti, kejujuran dalam ujian bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari pembentukan karakter.
“Kami selalu menekankan pentingnya jujur sejak kecil. Kalau di ujian saja sudah ada kecurangan, anak-anak bisa punya persepsi bahwa mencontek atau mencari jalan pintas itu biasa. Itu bahaya sekali,” tegasnya.
Siti pun berharap para guru, pihak sekolah, hingga dinas pendidikan benar-benar menjaga integritas pelaksanaan ASPD.
Ia menginginkan semua peserta memiliki kesempatan yang setara untuk menunjukkan kemampuannya.
“Yang kami minta bukan nilai bagus, tapi proses yang adil. Biar anak-anak bisa bangga dengan pencapaian sendiri,” pungkasnya.
Hal senada diungkapkan Wahyu Santosa, orangtua dari siswa SD swasta di Kota Yogyakarta.
Menurutnya, kebocoran soal bukan hanya mencoreng kredibilitas penyelenggara, tetapi juga menanamkan nilai yang salah kepada peserta didik.
“Anak-anak diajarkan kejujuran di sekolah. Jangan sampai justru dalam momen penting seperti ini, nilai itu malah dikhianati,” ujar Wahyu.
ASPD SD 2025 akan digelar serentak di seluruh wilayah DIY mulai Senin-Rabu, 19-21 Mei 2025. (*)
7 Arti Mimpi Batal Ujian karena Perubahan Jadwal Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa? |
![]() |
---|
7 Arti Mimpi Aneh yang Konon Menandakan Akan Gagal Ujian, Nomor 4 Bikin Merinding |
![]() |
---|
Pemkot Yogyakarta Buka Seleksi Beasiswa Prestasi Tingkat Kelurahan 2025, Ini Skemanya |
![]() |
---|
RSUP Dr Sardjito Gelar Ujian Nasional Pertama Fellowship Bedah Saraf di Indonesia |
![]() |
---|
SD Muhammadiyah Suronatan Wisuda 83 Siswa Kelas VI, Raih Prestasi ASPD Kota Yogyakarta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.