Politeknik AI Budi Mulia Dua di Jogja Siap Terima Mahasiswa Baru

Politeknik Artificial Intelligence Budi Mulia Dua (PLAI BMD) segera membuka penerimaan mahasiswa baru untuk kuliah perdana pertengahan tahun nanti.

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA/Ardhike Indah
SERAH TERIMA: Kepala LLDIKTI Wilayah V, Setyabudi Indartono menyerahkan SK Izin Pendirian Kampus PLAI BMD kepada Ketua Yayasan Budi Mulia Dunia, Tasniem Fauzia Rais di Kampus PLAI BMD, Kamis (8/5/2025) 

Selain itu, PLAI BMD juga akan menginisiasi proyek-proyek prototipe di antaranya adalah aplikasi percakapan bernama SANTUN, prototipe roket yang dinamakan ROS-13, serta sebuah kendaraan cerdas bernama VELOQU.

"Kami targetkan akan ada sebanyak 30 inisiasi produk serta sebanyak 150 talenta AI berkualifikasi tinggi yang dihasilkan selama setahun," kata Ridho yang berambisi menjadikan Indonesia sebagai salah satu referensi dunia dalam bidang AI tersebut.

Ridho pun menyadari PLAI BMD lahir di tengah situasi yang tidak mudah. Apalagi saat ini tinggal kurang lebih empat bulan waktu tersisa untuk meyakinkan para orang tua agar mau menguliahkan anaknya di kampus yang dipimpinnya tersebut.

"Jadi untuk saat ini target realistis kami adalah sebanyak 50 mahasiswa per prodi atau sebanyak total 150 mahasiwa. Namun jika pun ada 300 mahasiswa yang diterima kami pun Insya Allah siap," tutur Ridho yang merupakan pakar IT tersebut.

Sementara, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Setyabudi Indartono, mengucapkan selamat kepada PLAI BMD yang telah secara resmi berdiri. Ia mengungkapkan, PLAI BMD yang menjadi perguruan tinggi swasta ke-100 yang ada di Yogyakarta, hadir di tengah situasi yang tak mudah.

"Karena dari 100 perguruan tinggi swasta tersebut baru sembilan yang berstatus unggul. Sedangkan dari 750-an prodi yang ada saat ini baru 171 yang unggul. Hal ini menjadi salah satu faktor menurunnya animo mahasiswa untuk kuliah di Yogyakarta," katanya.

Ia berharap PLAI BMD bisa melakukan tata kelola perguruan tinggi serta menjaga ekosistem Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan baik.

Ia pun berpesan bahwa yang menjadi kunci perguruan tinggi adalah (kualitas) dosennya, mengingat berdasarkan survei BAN-PT dosen adalah salah satu alasan utama mahasiswa ingin di Yogyakarta selain persoalan akreditasi. (Ard)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved