Profil Marsinah, Aktifis Buruh yang Didukung Presiden Prabowo jadi Pahlawan Nasional

Nama Marsinah kembali menggema dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di kawasan Monas

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
MARSINAH PAHLAWAN NASIONAL - Dokumentasi sejumlah buruh melakukan aksi renungan mengenang kematian Marsinah dan Sebastian di Kawasan Berikat Nusantara, Cakung, Jakarta Utara, 8 Mei 2015. Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap mendukung penobatan Marsinah sebagai pahlawan nasional saat memberikan pidato peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, hari ini, Rabu (1/5/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Nama Marsinah kembali menggema dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, hari ini, Rabu (1/5/2025).

Sosok aktifis kelahiran Nganjuk yang ditemukan meninggal dunia di hutan Wilangan, Nganjuk pada 9 Mei 1993 itu merupakan tokoh yang diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Dalam peringatan May Day di Monas, namanya semakin menggema setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan secara langsung untuk menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional.

"Atas usul dari pimpinan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh buruh sampaikan ke saya, Pak, kenapa sih pahlawan nasional enggak ada yang dari kaum buruh?," ungkap Prabowo.

Kepada para buruh yang hadir, Prabowo kemudian bertanya dan meminta saran siapa sosok kaum buruh yang layak diusulkan menjadi pahlawan nasional.

"Dan mereka sampaikan, bagaimana kalau Marsinah pak? Marsinah jadi pahlawan nasional."

"Asal seluruh pimpinan buruh mewakili kaum buruh sepakat, saya akan mendukung Marsinah sebagai pahlawan nasional," ujar Prabowo.

Baca juga: May Day di Jogja: Buruh Tuntut Revisi UU Ketenagakerjaan hingga Tolak Penggusuran Parkir ABA

Profil Marsinah

Nama Marsinah sebelumnya sudah diusulkan menjadi pahlawan nasional pada peringatan May Day tahun 2022 silam.

Namun hingga 2025 ini, namanya belum ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional.

Marsinah sendiri diketahui merupakan sosok aktifis perempuan yang getol membela kaum buruh.

Dikutip dari Tribunnews.com, Marsinah merupakan aktifis kelahiran Nganjuk, Jawa Timur yang bekerja sebagai buruh pabrik arloji di PT Catur Putra Surya (CPS), Sidoarjo di awal tahun 90-an.

Saat menjadi buruh, Marsinah juga aktif dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di tempat kerjanya.

Dia cukup vokal dalam memperjuangan hak-hak buruh.

Pada tahun 4 Mei 1993, Marsinah memimpin aksi mogok kerja untuk menuntut kenaikan upah dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.250, sesuai dengan keputusan gubernur. 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved