Profil Marsinah, Aktifis Buruh yang Didukung Presiden Prabowo jadi Pahlawan Nasional
Nama Marsinah kembali menggema dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di kawasan Monas
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Nama Marsinah kembali menggema dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, hari ini, Rabu (1/5/2025).
Sosok aktifis kelahiran Nganjuk yang ditemukan meninggal dunia di hutan Wilangan, Nganjuk pada 9 Mei 1993 itu merupakan tokoh yang diusulkan menjadi pahlawan nasional.
Dalam peringatan May Day di Monas, namanya semakin menggema setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan secara langsung untuk menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional.
"Atas usul dari pimpinan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh buruh sampaikan ke saya, Pak, kenapa sih pahlawan nasional enggak ada yang dari kaum buruh?," ungkap Prabowo.
Kepada para buruh yang hadir, Prabowo kemudian bertanya dan meminta saran siapa sosok kaum buruh yang layak diusulkan menjadi pahlawan nasional.
"Dan mereka sampaikan, bagaimana kalau Marsinah pak? Marsinah jadi pahlawan nasional."
"Asal seluruh pimpinan buruh mewakili kaum buruh sepakat, saya akan mendukung Marsinah sebagai pahlawan nasional," ujar Prabowo.
Baca juga: May Day di Jogja: Buruh Tuntut Revisi UU Ketenagakerjaan hingga Tolak Penggusuran Parkir ABA
Profil Marsinah
Nama Marsinah sebelumnya sudah diusulkan menjadi pahlawan nasional pada peringatan May Day tahun 2022 silam.
Namun hingga 2025 ini, namanya belum ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional.
Marsinah sendiri diketahui merupakan sosok aktifis perempuan yang getol membela kaum buruh.
Dikutip dari Tribunnews.com, Marsinah merupakan aktifis kelahiran Nganjuk, Jawa Timur yang bekerja sebagai buruh pabrik arloji di PT Catur Putra Surya (CPS), Sidoarjo di awal tahun 90-an.
Saat menjadi buruh, Marsinah juga aktif dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di tempat kerjanya.
Dia cukup vokal dalam memperjuangan hak-hak buruh.
Pada tahun 4 Mei 1993, Marsinah memimpin aksi mogok kerja untuk menuntut kenaikan upah dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.250, sesuai dengan keputusan gubernur.
Presiden Prabowo Copot Immanuel Ebenezer setelah Ditetapkan jadi Tersangka |
![]() |
---|
Dampak Dahsyat MBG di Sleman: Dari Petani, UMKM, hingga Tenaga Kerja Baru |
![]() |
---|
Respon Presiden Prebowo Saat Salah Satu Anak Buahnya Terjaring OTT KPK |
![]() |
---|
Pemerintah Serius Tingkatkan Kesejahteraan Guru dan Dosen, Anggarkan Rp 178 Triliun di 2026 |
![]() |
---|
Kader Gerindra Sleman Sambut Gembira saat Prabowo Nyatakan Perangi Tambang Ilegal |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.