Paus Fransiskus Meninggal Dunia

Mengapa Cincin Paus Fransiskus Dihancurkan? Ternyata Ini Alasannya

Di balik prosesi wafatnya seorang paus, ada satu tradisi kuno Gereja Katolik yang selalu menarik perhatian penghancuran cincin paus.

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Kolase foto Tribunjogja.com
Mengapa Cincin Paus Fransiskus Dihancurkan? Ternyata Ini Alasannya 

Dalam sejarah Gereja, Santo Petrus diyakini sebagai paus pertama dan penerus langsung dari Yesus Kristus. Maka, setiap paus yang baru dilantik dipercaya sebagai penerus Petrus, dan cincin tersebut menjadi simbol kontinuitas serta legitimasi otoritas rohani.

Tradisi Mencium Cincin Paus: Antara Hormat dan Kontroversi

Tak kalah menarik adalah kebiasaan mencium cincin paus. 

Tradisi ini sudah berlangsung sejak masa Paus Pius X pada awal abad ke-20. Tindakan mencium cincin diyakini membawa indulgensi pengampunan atas dosa tertentu.

Namun, sejak era Paus Paulus VI, praktik ini mulai berkurang karena dianggap terlalu formal dan mencerminkan hierarki yang kaku. Meski begitu, tradisi ini tidak benar-benar dihapuskan.

Paus Fransiskus, misalnya, sempat menjadi sorotan pada 2019 ketika ia menarik tangannya saat para peziarah mencoba mencium cincinnya. 

Belakangan ia menjelaskan bahwa tindakannya semata-mata untuk alasan kesehatan menghindari penyebaran kuman melalui kontak fisik.

Sebuah Warisan yang Terus Hidup

Cincin paus bukan hanya simbol kekuasaan rohani, melainkan juga warisan sejarah yang mencerminkan perjalanan panjang Gereja Katolik. 

Meski zaman berubah dan tradisi terus beradaptasi, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap lestari.

Penghancuran atau penandaan cincin paus menjadi momen sakral yang menandai akhir satu bab dan awal dari bab berikutnya dalam sejarah Gereja Katolik.

Cincin paus dihancurkan setelah paus wafat dan kematiannya dikonfirmasi secara resmi oleh Kardinal Camerlengo.

Berikut urutannya secara lebih rinci:

1. Konfirmasi Kematian Paus


Setelah Paus dinyatakan wafat, Kardinal Camerlengo akan memverifikasi kematiannya secara formal.

2. Pengambilan Cincin dan Bulla


Camerlengo lalu mengambil cincin paus (Fisherman's Ring) dan juga bulla (meterai resmi paus lainnya).

3. Penghancuran di Hadapan Dewan Kardinal


Cincin tersebut dihancurkan (atau ditandai, tergantung tradisinya) di depan Dewan Kardinal.

Ini biasanya dilakukan sebelum konklaf dimulai, yaitu proses pemilihan paus baru.

Tradisi ini dilakukan secepat mungkin setelah kematian paus demi menjaga keamanan dan simbolisme transisi kekuasaan.

( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved