BPBD Gunungkidul Siapkan 1500 Tangki Air Bersih

BPBD Kabupaten Gunungkidul menyiapkan sebanyak 1500 tangki air bersih sebagai langkah preventif guna menghadapi musim kemarau

Tribunjogja.com/Alexander Ermando
DROPPING AIR BERSIH : Salah satu truk tangki milik BPBD Gunungkidul yang digunakan untuk dropping air bersih. Program dropping berpotensi dihentikan lebih awal lantaran hujan saat ini mulai turun. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul menyiapkan sebanyak 1500 tangki air bersih sebagai langkah preventif guna menghadapi musim kemarau tahun 2025.

Kepala Bidang Logistik BPBD Gunungkidul Sumadi mengatakan diperkirakan musim kemarau di Kabupaten Gunungkidul akan mulai berlangsung pada akhir Mei mendatang.

"Mengacu pada pernyataan BMKG terkait fenomena El Nino diprediksi akan berlangsung pada akhir Mei mendatang. Diperkirakan tingkat kekeringan tidak akan jauh berbeda dengan tahun lalu," ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (22/4/2025).

Dia melanjutkan pihaknya juga menyusun langkah-langkah mitigasi yang difokuskan pada penanganan kekeringan, terutama melalui penguatan distribusi air bersih kepada masyarakat.

Hingga, menyosialisasikan edukasi terkait musim kemarau,  baik secara langsung maupun digital.

"Kami juga berkoordinasi dengan Kalurahan terkait ketersediaan air bersih ini. Setiap tahunnya, kapanewon juga menyiapkan stok air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun untuk tahun ini kami belum mengetahui pasti berapa tangki yang disiapkan per kapanewon-nya," ujar dia

Baca juga: 913 Pelajar di Gunungkidul Ikuti Pekan Olahraga Pelajar 2025

Menghadapi masa kemarau ini, pihaknya juga meminta kepada  petani  untuk mulai bersiap menghadapi masa kemarau.

Agar, ketersediaan air untuk sawah dan ladang perlu diperhatikan sejak dini guna mencegah gagal panen. 

“Sistem irigasi atau pompa air perlu disiapkan, terutama di wilayah yang lebih dulu terdampak kemarau,” pesannya.

Selain sektor pertanian, dia juga berpesan kepada masyarakat untuk menghindari membakar sampah sembarangan yang bisa menimbulkan kebakaran hutan dan lahan.

"Ini untuk menjadi perhatian kita bersama untuk meminimalisir dan mencegah peristiwa kebakaran hutan dan lahan di saat musim kemarau,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan lokasi-lokasi rawan kekeringan.

Dari hasil pemetaan tersebut, potensi kekeringan di Kabupaten Gunungkidul terjadi merata di seluruh kapanewon.

"Kami sudah mengumpulkan panewu terkiat persiapan menghadapi kekeringan tahun ini. Dan, memang secara pemetaan setiap tahunnya, hampir selalu kapanewon di Gunungkidul berpotensi kekeringan," urainya (ndg)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved