Cerita Kartini Jogja Masa Kini, Bangun Mimpi Lewat Klik dan Konten

Perempuan pelaku usaha kini punya lebih banyak peluang untuk tumbuh karena akses ke pasar digital yang lebih luas.

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/Istimewa
MANFAATKAN E-COMMERCE - Dyah Laily Fardisa dan tim Bolosego, UMKM oseng mercon asal Yogyakarta yang memperbesar pasar dengan memanfaatkan e-commerce 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setiap 21 April, Hari Kartini menjadi pengingat akan perjuangan perempuan Indonesia untuk memperoleh ruang yang setara di berbagai bidang kehidupan.

Kini, perjuangan itu hadir dalam bentuk baru, melalui teknologi dan ekonomi digital. Banyak perempuan Indonesia tak lagi hanya menjadi pengguna, tapi juga penggerak di dunia online.

Melalui inisiatif kolaboratif, platform digital seperti Tokopedia dan TikTok mulai menjadi bagian dari perjalanan perempuan-perempuan ini.

Bukan hanya sebagai ruang untuk berjualan, tapi juga sebagai wadah untuk belajar, membangun jaringan, hingga meraih penghasilan mandiri.

Rizky Juanita Azuz, Communications Senior Lead Tokopedia and TikTok E-commerce, melihat potensi besar di sana.

Menurutnya, perempuan pelaku usaha kini punya lebih banyak peluang untuk tumbuh karena akses ke pasar digital yang lebih luas.

Salah satu upayanya adalah program pelatihan Creators Lab x Emak Emak Matic yang dilakukan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf).

Tujuannya sederhana membekali perempuan, khususnya yang sebelumnya tidak terlalu akrab dengan teknologi, agar bisa menjadi kreator afiliasi dan turut mempromosikan produk UMKM lokal.

Dari Sleman, Yogyakarta, cerita Dyah Laily Fardisa menjadi salah satu bukti nyata semangat ini.

Ia mendirikan Bolosego, usaha oseng mercon, setelah kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.

Bermula dari niat membantu penjual kecil di sekitarnya, kini bisnisnya mempekerjakan 150 orang, sebagian besar adalah ibu-ibu rumah tangga yang dulunya juga terdampak.

“Awalnya, karyawan Bolosego hanya terdiri dari 8 orang ibu-ibu. Kini, kami bisa mempekerjakan 150 orang, dimana 50 persen dari jumlah tersebut merupakan perempuan yang berperan penting dalam menjaga cita rasa Bolosego. Pencapaian ini juga tidak terlepas dari peran platform Tokopedia dan TikTok Shop, yang turut berkontribusi 70 persen pada pendapatan online Bolosego,” cerita Dyah dalam Webinar Kita Hebat, Kita Bisa: Berdayakan Perempuan bersama TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop, Kamis (17/4/2025).

Di sisi lain, Yunna Mercier memulai Animate, sebuah brand skincare lokal, karena pengalaman pribadinya yang kesulitan menemukan produk yang cocok.

Melalui siaran langsung (Live Shopping) dan fitur iklan digital, penjualannya terus tumbuh.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved