Puisi

Makna Puisi Lagu Seorang Gerilya Karya W.S. Rendra

Puisi ini menggambarkan kontras yang kuat antara keindahan dan kedamaian pribadi dengan kekejaman dan kehancuran perang.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jateng
Gambar Foto Penyair WS Rendra 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebagai seorang dramawan dan pembaca puisi yang ulung, puisi-puisi perjuangan Rendra memiliki kualitas vokal dan oratoris yang kuat.

Meskipun seringkali menggambarkan penderitaan, puisi perjuangan Rendra tidak jarang membangkitkan semangat perlawanan dan harapan akan perubahan. 

Hal ini dapat dilihat pada puisinya yang berjudul “Lagu Seorang Gerilya”. 

Puisi ini menggambarkan kontras yang kuat antara keindahan dan kedamaian pribadi dengan kekejaman dan kehancuran perang.

Berikut isi dan makna puisi “Lagu Seorang Gerilya”: 


Isi Puisi “Lagu Seorang Gerilya”

Engkau melayang jauh, kekasihku.
Engkau mandi cahaya matahari.
Aku di sini memandangmu,
menyandang senapan, berbendera pusaka.

Di antara pohon-pohon pisang di kampung kita yang berdebu,
engkau berkudung selendang katun di kepalamu.
Engkau menjadi suatu keindahan,
sementara dari jauh
resimen tank penindas terdengar menderu.

Malam bermandi  cahaya matahari,
kehijauan menyelimuti medan perang yang membara.
Di dalam hujan tembakan mortir, kekasihku,
engkau menjadi pelangi yang agung dan syahdu

Peluruku habis
dan darah muncrat dari dadaku.
Maka  di saat seperti itu
kamu menyanyikan lagu-lagu perjuangan
bersama kakek-kakekku yang telah gugur
di dalam berjuang membela rakyat jelata

 

Makna Puisi “Lagu Seorang Gerilya”

Bait 1 

Engkau melayang jauh, kekasihku.
Engkau mandi cahaya matahari.
Aku di sini memandangmu,
menyandang senapan, berbendera pusaka.

Baris pertama dan kedua menciptakan gambaran kekasih yang berada dalam suasana yang tenang, damai, dan penuh kehangatan ("mandi cahaya matahari"). 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved