Sampai Maret,  Panen Padi di Sleman Hasilkan 42.435 Ton Gabah Kering 

Sentra-sentra lahan padi di Kabupaten Sleman mulai memasuki masa panen raya.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Dok. Istimewa
PANEN RAYA : Wabup Sleman Danang Maharsa bersama forkopimda, saat melakukan panen raya padi di Bulak Japanan, Margodadi, Seyegan Kabupaten Sleman menggunakan mesin combine harvester, Senin (7/4/2025) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sentra-sentra lahan padi di Kabupaten Sleman mulai memasuki masa panen raya.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3), dari Januari hingga Maret, lahan pertanian padi yang sudah dipanen seluas 7.072 hektare.

Dari luas lahan yang sudah dipanen tersebut bisa menghasilkan puluhan ribu ton gabah kering panen (GKP).

"Januari hingga Maret 2025, panen padi di Sleman sampun seluas 7.072 ha. Dengan estimasi GKP (gabah kering panen) sekitar 42.435 ton," kata Plt Kepala DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto, Senin (7/4/2025). 

Pemkab Sleman menggandeng Bulog, untuk memberi kepastian penyerapan hasil panen petani. Adapun gabah kering panen di tingkat petani dihargai Rp 6.500 per kilogram.

Sejauh ini, program tersebut telah menyerap sebanyak 949,8 ton gabah kering di Bumi Sembada. 

Kabupaten Sleman juga menjadi satu di antara wilayah di Indonesia yang hari ini turut menggelar panen raya padi serentak bersama 14 provinsi lain di Indonesia yang dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto secara daring dari Majalengka.

Baca juga: Bupati Bantul Pimpin Panen Raya Padi di Bulak Sirat Kalurahan Sidomulyo

Lokasi panen raya di Sleman dipusatkan di Bulak Japanan, Margodadi, Seyegan dengan lahan panen seluas 20 hektar. 

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengaku bangga, Kabupaten Sleman dipilih menjadi salah satu Kabupaten yang turut melaksanakan program percepatan swasembada pangan.

Kendati demikian, kebanggaan ini menurut dia harus menjadi motivasi untuk terus mempertahankan kualitas pertanian di sleman. 

"Saya mohon, kita bersama sama mempertahankan pertanian di Sleman agar terus menjadi lebih baik," ujar Danang.

Pihaknya juga mendorong petani di Sleman agar memulai kembali tanam padi seusai masa panen karena masih masuk musim penghujan.(rif)

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved