Warga Semarang Terseret Arus Pantai Parangtritis Bantul Belum Ditemukan

Satu orang korban laka air di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, masih belum ditemukan hingga Sabtu (5/4/2025) siang.

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
SISIR PANTAI: Sejumlah personel Ditpolairud Polda DIY sedang melakukan penyisiran dan pengawasan Pantai Parangtritis, Sabtu (5/4/2025). 

 

Tribunjogja.com Bantul -- Satu orang korban laka air di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, masih belum ditemukan hingga Sabtu (5/4/2025) siang. 

Koordinator Satlinmas Rescue Wilayah Operasi III Pantai Parangtritis-Pantai Depok, Arif Nugraha, mengatakan, pihaknya bersama tim search and rescue (SAR) gabungan di Pantai Parangtritis masih berupaya melakukan pencarian. 

"Proses pencarian masih kami lakukan. Tadi malam dilakukan dengan penyisiran di daratan dan tadi pagi dilakukan dengan penyisiran di area perairan pinggir dan tengah," katanya kepada awak media.

Lanjutnya, proses pencarian dilakukan dengan radius satu kilometer dari lokasi kejadian. Lalu, untuk pencarian di area perairan dilakukan dengan menggunakan perahu dan jet ski.

Sejauh ini ada 200-an personel gabungan yang diterjunkan untuk melakukan pencarian korban laka air tersebut. 


Adapun personel gabungan tersebut terdiri atas petugas Ditpolairud Polda DIY, Basarnas DIY, TNI AL, BPBD Bantul dan Semarang.

"Dari jumlah itu, 64 di antaranya merupakan personel Satlinmas Rescue Wilayah Operasi III Pantai Parangtritis-Pantai Depok," ujarnya. 

Ia pun menceritakan bahwa selama proses pencarian sempat terjadi kendala. 

Di mana, terdapat arus tinggi dan membuat perahu mereka terbalik saat proses pencarian. 

"Saat proses pencarian kami sempat mengalami kendala karena arus masih tinggi. Kalau angin tidak terlalu kencang. Saat proses pencarian, perahu kami juga sempat terbalik," tuturnya. 

Diberitakan sebelumnya, tiga orang wisatawan Pantai Parangtritis terseret arus pada Jumat (4/4/2025) sekira pukul 10.00 WIB. 

Tiga korban itu berasal dari dua rombongan yang berbeda. 

Korban antara lain AAE (19), berasal dari Sorong, Papua. 

Sedangkan, korban AJJH (22) dan AAJP (18), berasal dari Semarang, Jawa Tengah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved