Mayat Perempuan di Sungai Code
Misteri Mayat Perempuan di Sungai Code Bantul Terkuak, Asal Wonogiri Berusia 22 Tahun
Ida Kurniawati terakhir berpamitan kepada ibunya untuk pergi bekerja menggunakan sepeda motor Honda Beat warna merah muda.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Polres Bantul berhasil mengidentifikasi jenazah perempuan yang ditemukan mengapung di Sungai Code, Dusun Pandes, Wonokromo, Pleret, Bantul, pada Selasa (1/4/2025). K
Korban diketahui bernama Ida Kurniawati (22), warga Wonogiri, Jawa Tengah.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan.
“Korban sebelumnya telah dilaporkan hilang di Polres Wonogiri pada 28 Maret 2025. Kami juga menemukan informasi di media sosial dari akun Facebook bernama Meishella Damayanti yang mengunggah laporan orang hilang sejak 27 Maret 2025,” ujar Jeffry.
Baca juga: Cium Bau Menyengat, Warga Bantul Ungkap Temuan Mayat Perempuan di Sungai Code
Menurut keterangan keluarga, Ida Kurniawati terakhir berpamitan kepada ibunya untuk pergi bekerja menggunakan sepeda motor Honda Beat warna merah muda.
Namun, ia tidak pernah pulang dan keberadaannya tak diketahui hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Code.
Jenazah pertama kali ditemukan oleh dua warga setempat, Muhammad Mukhlis (32) dan Fandi Ferdian (33), yang sedang mencari pasir di Sungai Code sekitar pukul 10.00 WIB.
“Saksi pertama mencium bau busuk, lalu mencari sumbernya. Ketika menyisir tepi sungai, ia menemukan jenazah mengapung dalam kondisi terlentang dengan wajah yang sudah rusak,” jelas Jeffry.
Setelah itu, para saksi melaporkan temuan tersebut kepada Yanto Riyadi, anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) setempat.
Laporan berlanjut ke Polsek Pleret, yang kemudian menghubungi Inafis Polres Bantul dan Puskesmas Pleret untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polres Bantul saat ini tengah berkoordinasi dengan Polres Wonogiri untuk menyelidiki lebih lanjut kasus ini.
Dugaan penyebab kematian korban masih dalam pemeriksaan, termasuk kemungkinan adanya tindak kekerasan sebelum korban ditemukan.
Menurut keterangan sementara dari dr. Aprilia dari Puskesmas Pleret, korban sudah meninggal sebelum ditemukan.
Namun, untuk memastikan penyebab kematian, polisi masih menunggu hasil autopsi.
“Kami akan mendalami apakah ada unsur kekerasan atau penyebab lain dalam kasus ini,” pungkas Jeffry. (Ard)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.