Ribuan Orang Berlarian, Mengapa Gempa Dahsyat Guncang Myanmar dan Thailand?
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 telah menewaskan sedikitnya 150 orang di Myanmar dan Thailand.
"Batas lempeng antara Lempeng India dan Eurasia membentang dari utara ke selatan dan melintasi bagian tengah Myanmar," kata Joanna Faure Walker, seorang profesor dan pakar gempa dari University College London.
Saat lempeng-lempeng tersebut bergerak melewati satu sama lain dengan kecepatan yang berbeda, mereka dapat menyebabkan gempa jenis strike-slip.
Meskipun gempa jenis ini umumnya tidak sekuat gempa yang terjadi di zona subduksi, gempa tetap bisa mencapai kekuatan magnitudo 7 hingga 8.
Mengapa Gempa Ini Sangat Dahsyat?
Wilayah Sagaing memang pernah diguncang beberapa gempa dalam beberapa tahun terakhir, termasuk gempa magnitudo 6,8 pada 2012 yang menewaskan setidaknya 26 orang.
Namun, gempa Jumat kemarin disebut sebagai yang terbesar di daratan Myanmar dalam 75 tahun terakhir, menurut ahli gempa Bill McGuire dari UCL.
Kedalaman gempa yang dangkal menyebabkan dampaknya lebih parah.
Roger Musson, seorang peneliti kehormatan di British Geological Survey, menjelaskan bahwa gempa ini sangat merusak karena terjadi pada kedalaman yang dangkal.
"Karena terjadi di kedalaman yang dangkal, gelombang kejutnya tidak teredam sebelum mencapai permukaan," katanya.
"Bangunan-bangunan menerima kekuatan guncangan secara penuh,” tambah Musson.
Apakah Myanmar Siap Menghadapi Gempa?
Menurut USGS Earthquake Hazards Program, jumlah korban akibat gempa ini bisa berkisar antara 10.000 hingga 100.000 jiwa, berdasarkan data tentang ukuran, lokasi, dan kesiapan Myanmar menghadapi bencana gempa.
Di wilayah Sagaing, infrastruktur tidak dibangun untuk menahan gempa besar karena gempa dengan skala sebesar ini tergolong jarang terjadi.
Hal ini berisiko menyebabkan kerusakan yang sangat besar. Musson mengatakan bahwa gempa besar terakhir di wilayah ini terjadi pada tahun 1956 sehingga sebagian besar bangunan kemungkinan tidak dirancang untuk menahan kekuatan seismik sebesar yang terjadi pada Jumat kemarin.
"Sebagian besar aktivitas seismik di Myanmar terjadi lebih ke barat, sedangkan gempa kali ini mengguncang bagian tengah negara," jelasnya. (Kompas.com)
| Peringati 20 Tahun Gempa Jogja, BOB Gelar Simulasi Evakuasi Bencana di Pantai Parangtritis |
|
|---|
| Memasuki 30 Tahun Terakhir Siklus Gempa Megathrust, IAKI Ingatkan Mitigasi Sejak Dini |
|
|---|
| DIY Siap Antisipasi Megathrust, Bandara YIA Bisa Jadi Opsi Mitigasi Saat Tsunami |
|
|---|
| Gempa Bermagnitudo 2,7 Guncang Pangandaran |
|
|---|
| Info Gempa BMKG : Gempa Bermagnitudo 6,0 Guncang Timor Tengah Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/GEMPA-BUMI-DI-MYANMAR-28-MARET-2025.jpg)