Pasrah, Warga Imogiri Bantul Anggap Banjir Kali Celeng Jadi "Kado Indah" Jelang Lebaran
Pranuju mengatakan banjir luapan Kali Celeng setidaknya terjadi setiap 5 tahun sekali.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Padahal, ia sudah berencana hendak memanen sereh miliknya tersebut sebagai tambahan penghasilan. Rencananya sereh akan dia panen usai Lebaran.
"Saya bilang sama istri mau panennya setelah Lebaran saja, eh malah kejadian seperti ini," kata Wahyu yang sudah menetap di situ sejak tahun 1998.
Meski begitu ia sudah memahami risiko tinggal di dekat sungai, apalagi bukan sekali ini saja banjir terjadi. Bahkan ia menilai banjir kemarin masih cukup wajar walau tetap menimbulkan kerusakan.
Wahyu pun yakin ia tetap bisa memanen sereh yang sudah ditanamnya. Meski ia tidak tahu bagaimana kualitas hasil panennya setelah terkena banjir.
"Ya tidak apa-apa lah mungkin memang belum rezekinya, siapa tahu nanti ditambah rezekinya, yang jelas saya harus tetap berusaha dan semangat," ujarnya.(alx)
| Aksi Klitih Pagi Buta di Kotabaru Yogyakarta, Seorang Pelajar Tewas Ditikam Pelaku |
|
|---|
| Fakta-fakta Pegawai PPPK Tewas di Seyegan Sleman: Kronologi, Keterangan Polisi hingga Surat Wasiat |
|
|---|
| Nelayan Hilang di Pantai Baru Bantul Ditemukan Meninggal Dunia, Petugas Beberkan Kronologinya |
|
|---|
| Kesaksian Warga Terkait Kronologi Tawuran Pelajar di Samping Stadion Mandala Krida Yogyakarta |
|
|---|
| Ini Alasan Manajer PSIM Mundur dari Jabatannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pasrah-Warga-Imogiri-Bantul-Anggap-Banjir-Kali-Celeng-Jadi-Kado-Indah-Jelang-Lebaran.jpg)