Rumah Habis Terbakar, Dua Warga Klegen Magelang Terima Bantuan dari Bupati
Grengseng Pamuji menegaskan bahwa pemberian kompensasi ini merupakan bentuk percepatan birokrasi yang berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyalurkan bantuan kepada Nuryadi dan Muhsinin, warga Gegunung, Desa Klegen, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, yang rumahnya habis terbakar pada Kamis (20/3/2025).
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di rumah dinas Bupati Magelang pada Jumat (21/3/2025) malam.
Dalam kesempatan itu, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Kunto Indradata, serta Kepala Desa Klegen, Komarudin.
Grengseng Pamuji menegaskan bahwa pemberian kompensasi ini merupakan bentuk percepatan birokrasi yang berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.
"Kemarin saya baru ditelepon sama Pak Kades Klegen, langsung saya sambungkan ke kepala dinas untuk segera mencairkan kompensasinya, supaya rumahnya bisa segera dihuni, karena sudah mendekati Lebaran," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun bantuan ini tidak dapat menggantikan seluruh kerugian akibat musibah, pemerintah daerah tetap hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar menjelang Idulfitri.
"Mudah-mudahan korban bencana alam lainnya juga bisa segera terealisasi. Saat ini kami masih mendorong kompensasi bagi korban bencana tanah longsor, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera dicairkan," katanya.
Baca juga: Pemkot Magelang Bakal Gelar Lomba Lari Tidar 10K, Targetkan Partisipasi 3.500 Pelari
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Kunto Indradata, mengungkapkan bahwa kedua korban kebakaran masing-masing menerima bantuan sebesar Rp15 juta dalam skema bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
"Ini sesuai instruksi dari Bupati agar bantuan bagi korban bencana alam segera direalisasikan. Saat ini baru dua korban kebakaran yang menerima bantuan, sementara untuk korban tanah longsor rencananya akan kami upayakan pencairannya minggu depan," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat tujuh rumah di wilayah Salaman dan Bandongan yang mengalami kerusakan akibat tanah longsor.
Bantuan bagi rumah terdampak bencana alam akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan, yakni Rp5 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp15 juta untuk rumah rusak sedang.
Kepala Desa Klegen, Komarudin, mengapresiasi kebijakan Bupati Magelang dalam mempercepat pencairan bantuan bagi korban bencana.
"Ini luar biasa, hanya dalam hitungan hari masalah ini bisa segera diselesaikan. Sebelumnya, pencairan bisa memakan waktu hingga satu tahun, ditambah harus mengajukan proposal. Sekarang cukup lewat telepon, permasalahan bisa segera diatasi," ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut dan memastikan bahwa perbaikan rumah korban telah dimulai dengan gotong royong warga setempat.
"Kalau soal cukup atau tidak, nanti pemerintah desa yang akan membackup jika masih kurang. Yang penting, rumah korban ini segera bisa dihuni sebelum Hari Raya Idulfitri," tambahnya.
Sementara itu, salah satu korban kebakaran, Nuryadi, mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi pada Kamis siang sekitar pukul 11.30 WIB.
Berdasarkan penyelidikan sementara, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik.
"Kebakaran waktu itu benar-benar membuat rumah saya habis. Bahkan rumah adik saya, Muhsinin, yang berada di samping rumah saya, juga terkena dampaknya," ungkapnya.
Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat membantu untuk membangun kembali tempat tinggalnya yang sudah hangus terbakar.
"Ya nanti uangnya mau buat bangun kembali rumah, yang penting sudah berdiri dan ada atapnya supaya Idulfitri bisa digunakan," pungkasnya. (*)
| Program Upland Dongkrak Kebangkitan Kopi Magelang, Ekspor Tembus Dubai |
|
|---|
| Kunci Dongkrak 15 Kursi, Grengseng Pamuji Ingatkan Kader PDIP Magelang Utamakan Kerja Bersama |
|
|---|
| Sebanyak 451 Warga Kulon Progo Terima KKS dari Pusat, Digunakan untuk Ambil Bansos |
|
|---|
| Pemkab Magelang Luncurkan Program 'Blonjo Warung Tonggo' untuk Gerakkan Ekonomi Kerakyatan |
|
|---|
| Jelang Pilkades Serentak 2026, Pemkab Magelang Perketat Awasi Dana Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bantuan-korban-kebakaran-di-Magelang.jpg)