Pemkab Sleman Awasi Penggunaan Gas Melon

Pemerintah Kabupaten Sleman pun memastikan akan terus melakukan pengawasan karena gas subsidi diperuntukkan bagi masyarakat miskin

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
PENGAWASAN: Ilustrasi Elpiji subsidi 3 KG. Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan akan terus melakukan pengawasan penggunaan gas melon di masyarakat. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sektor pariwisata di Kabupaten Sleman menyerap banyak penggunaan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon

Hal ini menjadi satu di antara beberapa faktor penyebab terjadinya kelangkaan gas melon di wilayah Bumi Sembada beberapa waktu lalu.

Pemerintah Kabupaten Sleman pun memastikan akan terus melakukan pengawasan.

Sebab, gas subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin tersebut telah diatur ketentuan penggunaannya. 

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Setda Kabupaten Sleman, R. Haris Murtapa mengatakan penggunaan gas elpiji 3 kilogram sudah diatur.

Selain untuk rumah tangga tidak mampu, juga diperbolehkan untuk mendukung sektor pariwisata namun hanya untuk usaha mikro atau usaha kecil.

Nah, usaha kecil di Kabupaten Sleman selama ini banyak menggunakan gas melon

"Kira-kira per hari bisa 2-3 tabung. Ini UMKM kecil termasuk yang melayani sektor pariwisata. Selebihnya usaha besar harus menggunakan non subsidi," kata Haris, dikutip Kamis (6/3/2025). 

Jika melihat data, kuota gas LPG 3 kilogram di Kabupaten tahun 2024 sebanyak 41.884 metric ton atau setara lebih dari 13,9 juta tabung.

Adapun kuota di tahun 2025 ini mengalami peningkatan 14 persen, menjadi 47.675 metrik ton atau setara lebih dari 15,8 juta tabung.

Haris mengungkapkan, selain untuk kebutuhan pariwisata, penyebab terjadinya kelangkaan gas juga dipengaruhi tingginya acara hajatan atau resepsi pernikahan di masyarakat.

Selain itu juga diperparah pengiriman stok gas dari pusat ke daerah yang mengalami kendala akibat cuaca buruk. 

Menurut dia, kapal tangker yang digunakan untuk mengangkut pasokan gas tidak bisa merapat ke dermaga.

Sebab lainnya akibat dinamika kebijakan dari pemerintah pusat terkait penjualan gas melon tersebut. 

Saat ini, distribusi gas di Kabupaten Sleman dinilai sudah mulai lancar.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved