AKTIVITAS Gunung Merapi Hari Ini, Selasa 4 Maret 2025: Ada 10 Kali Guguran Lava ke Arah Kali Krasak

Guguran lava dari puncak Gunung Merapi tersebut mengarah ke Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Tribun Jogja/Hamim Thohari
ILUSTRASI - Aktivitas Gunung Merapi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BPPTKG Yogyakarta mengamati terjadi 10 kali guguran lava pada periode pengamatan Selasa (04/03/2025) pukul 00.00 hingga 06.00.

Guguran lava tersebut mengarah ke Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Terjadi pula 17 kali guguran, dengan amplitudo : 2-17 mm,  dan durasi : 103.73-185.09 detik.

Hybrid/Fase Banyak terjadi 28 kali, amplitudo : 2-8 mm, S-P : 0 detik, durasi : 7.12-11.87 detik. 

Menurut pengamatan meteorologi, cuaca berawan.

Angin bertiup tenang ke arah tenggara. Suhu udara 18-21 °C, kelembaban udara 97-99 persen, dan tekanan udara 870.9-915 mmHg.

Sedangkan berdasarkan pengamatan visual, gunung kabut 0-I hingga kabut 0-II. Asap kawah nihil.

Hingga saat ini, Gunung Merapi masih berstatus Siaga atau Level III.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Masyarakat juga mengantisipasi adanya gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Pihak BPPTKG Yogyakarta akan terus memantau aktivitas Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved