Napak Tilas Sejarah, Teatrikal Serangan Umum 1 Maret 1949 di Peringatan HPNK

Upacara peringatan Hari Peringatan Kedaulatan Negara (HPKN) 2025 berlangsung khidmat di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/Istimewa
HPKN : Sebagai bagian dari peringatan HPKN, upacara di Stadion Mandala Krida juga dimeriahkan dengan teatrikal Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dibawakan oleh Komunitas Jogja 45. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upacara peringatan Hari Peringatan Kedaulatan Negara (HPKN) 2025 berlangsung khidmat di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada Sabtu (1/3/2025). 

Peringatan ini menandai momentum bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949, yang menjadi simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan dan menegaskan eksistensi kedaulatan negara di mata dunia.

Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KGPAA Paku Alam X, tampak hadir dan mengikuti jalannya upacara dengan khidmat.

Sementara itu, Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo, bertindak sebagai inspektur upacara.

Upacara ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam amanatnya, Brigjen TNI Bambang Sujarwo menegaskan bahwa kedaulatan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan merebut kedaulatan tidak berhenti pada peristiwa sejarah semata, tetapi harus terus dijaga dalam berbagai aspek kehidupan.

"Dalam perjalanan sejarah, makna kedaulatan telah berevolusi. Kini, kita tidak hanya berbicara soal batas teritorial, tetapi juga kedaulatan dalam konteks interdependensi di era globalisasi. Kedaulatan kita harus mampu mengendalikan arah kebijakan yang berpihak kepada rakyat, tanpa intervensi asing," ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang Sujarwo menekankan pentingnya kemandirian ekonomi sebagai salah satu pilar utama kedaulatan bangsa.

Ia menegaskan bahwa bangsa yang berdaulat adalah bangsa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.

"Kita harus membangun industri dalam negeri yang kuat dan mengurangi ketergantungan pada pihak luar. Stabilitas ekonomi harus benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat, bukan sekadar angka dalam laporan," tuturnya.

Baca juga: Musisi Perlu Pahami Aturan dan Pentingnya Royalti bagi Masa Depan Mereka 

Dalam aspek hukum, ia juga menyoroti pentingnya supremasi hukum sebagai landasan bagi bangsa yang bermartabat.

Hukum, menurutnya, harus ditegakkan dengan adil dan tegas, agar negara tidak tergoyahkan oleh kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

"Menjaga kedaulatan adalah tanggung jawab kita semua. Mari kita hidupkan semangat kedaulatan dalam kehidupan sehari-hari dan jadikan itu sebagai prinsip utama dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan mandiri," ajaknya.

Teatrikal Serangan Umum 1 Maret 1949

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved