Tiga Hal Ini Akan Jadi Fokus Kerja Bupati dan Wakil Bupati Sleman

Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengatakan jalan merupakan fondasi dasar mobilitas masyarakat. Sehingga jalan di Sleman harus baik dan terkoneksi

Tribunjogja/ Christi Mahatma Wardhani
FOKUS KERJA: Serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Sleman periode 2021-2025 kepada Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2025-2030 di Pendapa Parasamya Pemkab Sleman, Jumat (28/02/2025). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Harda Kiswaya dan Danang Maharsa akan fokus pada perbaikan jalan, penanganan sampah, dan reformasi birokrasi di Sleman. 

Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengatakan jalan merupakan fondasi dasar mobilitas masyarakat. Sehingga jalan di Sleman harus baik dan terkoneksi dengan semua wilayah.

Pihaknya akan segera mengundang Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman serta berkoordinasi dengan para lurah. 

“Kepala PU (DPUPKP Sleman) akan saya undang, untuk menjelaskan status jalannya, kemudian survei mana saja yang jalan kabupaten, mana yang jalan desa.

Saya koordinasikan dengan lurah-lurah, mana saja jalan yang harus segera diperbaiki. Jalan di Sleman harus mulus semua, termasuk PJU (penerangan jalan umum),” katanya usai serah terima jabatan di Pendapa Parasamya Pemkab Sleman, Jumat (28/02/2025). 

Sementara terkait penanganan sampah, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan OPD terkait, termasuk dengan akademisi.

Tujuannya agar segera ada solusi yang tepat untuk mengelola sampah di Sleman. 

“Berkaitan dengan investor sampah, sudah antri yang mau masuk Sleman. Info dari investor butuh lahan, akan kami siapkan. Dan sudah dapat, tinggal rembugan (diskusi),” sambungnya. 

Pihaknya juga menyoroti soal pelayanan masyarakat. Orang nomor 1 di Sleman itu berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan lebih baik lagi. 

Selain itu, Harda dan Danang juga akan melakukan analisa kemampuan SDM di lingkungan Pemkab Sleman.

“Kalau sudah tepat ya sudah, kalau yang belum ya tentu saya geser (rotasi jabatan). Karena saya perlu bantuan ASN untuk kerja keras. Pelayanan akan betul-betul diperbaiki, saya akan hilangkan KKN.

Misalnya perizinan satu jam selesai, ya harus selesai satu jam. Ngapain harus lebih satu menit? Pimpinan harus bisa evaluasi,” terangnya. 

Meski ada tiga hal yang difokuskan pada kepemimpinan baru ini, Harda dan Danang akan tetap memperhatikan sektor lain, misalnya kesehatan dan pendidikan. 

“Bukan berarti yang lain diabaikan, kesehatan tetep, pendidikan harus. Tetapi kalau yang tiga ini (jalan, sampah, reformasi birokrasi) sudah berhasil di tahun pertama, InsyaAllah tahun selanjutnya mlayu (lari),” imbuhnya. (maw) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved