Lenyapkan Sampah Visual, Wali Kota Yogya Instruksikan Akselerasi Penurunan Kabel Semrawut
Pemkot Yogyakarta mematangkan langkah untuk melenyapkan "sampah visual" berupa kabel-kabel udara yang semrawut dan tumpang tindih.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Pemkot Yogyakarta mematangkan skema ducting untuk melenyapkan "sampah visual" demi menata estetika Kota Pelajar sebagai kota wisata.
- Wali Kota Hasto Wardoyo menginstruksikan Diskominfosan mempercepat program ini, dimulai dari depan gedung baru DPRD DIY di Jalan Kenari sebagai pelopor bebas kabel udara.
- Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu, mendukung penuh gerakan ini dan membuka peluang pemanfaatan Dana Keistimewaan guna memperindah kawasan penyangga Sumbu Filosofi.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mematangkan langkah untuk melenyapkan "sampah visual" berupa kabel-kabel udara yang semrawut dan tumpang tindih.
Melalui skema ducting atau penanaman kabel di bawah tanah, estetika Kota Pelajar sebagai kota wisata sekaligus penyangga Sumbu Filosofi ditargetkan bakal semakin tertata mulai tahun ini.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menegaskan bahwa pihaknya sudah memberikan instruksi khusus kepada Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan).
Menurutnya, akselerasi dalam program penurunan kabel udara harus dilangsungkan tahun ini, supaya wajah kota benar-benar bersih dari gangguan visual.
"Saya sudah sampaikan lama dengan Pak Kepala Dinas Kominfo, mbok bikin program untuk menurunkan kabel-kabel itu, atau ducting. Harus dipercepat sedikit lah. Kita minta kerja sama dengan berbagai pihak," ujarnya, di sela agenda penurunan kabel di kawasan Jalan Kenari, Kemantren Umbulharjo, Senin (15/6/2026).
Hasto mengungkapkan, titik tersebut menjadi sasaran karena lokasinya yang berada tepat di depan gedung DPRD DIY yang sejauh ini masih proses pembangunan.
Baca juga: Disokong Dana Keistimewaan 2026, Diskominfo DIY Latih Pelaku UMKM Perluas Pasar Melalui "E-Business
Ia menegaskan, gedung-gedung pemerintahan harus menjadi pionir dalam gerakan bersih-bersih estetika ini, sekaligus percontohan kawasan bebas kabel udara.
"Bangunan-bangunan milik pemerintah harus bisa menjadi contoh. Saya itu sampai bela-belain membersihkan visual di Kota Yogyakarta. Jangan hanya sampah beneran, tapi sampah visual juga harus dibereskan," tegasnya.
Bak gayung bersambut, Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu menyatakan dukungan terhadap komitmen Pemkot Yogyakarta dalam membereskan sampah visual berupa kabel semrawut.
Mengingat posisi Kota Yogyakarta sebagai etalase pariwisata dan penyangga Sumbu Filosofi, aspek estetis menjadi pertimbangan yang sangat mendasar.
"Ke depan mungkin bisa ditata lagi untuk anggaran penertiban kabel-kabel yang menurut saya menjadi tidak indah ini. Dari sisi anggaran, bantuan keuangan bisa untuk dianggarkan di sana. Bisa dengan dana keistimewaan ya, nomenklaturnya untuk memperindah Sumbu Filosofi," ungkapnya. (aka)
| Pemkot Yogyakarta Siapkan Dua Skema untuk Menambal Anggaran Damkarmat yang Menipis |
|
|---|
| Abang Jago di Medan Nekat Tantang Polisi yang Pergoki Aksinya Saat Curi Kabel, Begini Endingnya |
|
|---|
| Imbas Kenaikan Harga BBM: Anggaran Damkarmat Yogyakarta Menipis, Aduan Masyarakat Ditangani Selektif |
|
|---|
| Masih Ada Anak Putus Sekolah di Kota Yogyakarta, Disdikpora Intensifkan Penyisiran |
|
|---|
| Polemik Tiga Kakak Beradik di Tegal Panggung Yogyakarta yang Sempat Putus Sekolah Berakhir Bahagia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Lenyapkan-Sampah-Visual-Wali-Kota-Yogya-Instruksikan-Akselerasi-Penurunan-Kabel-Semrawut.jpg)