Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-219, Merayakan Warisan Budaya Mataram di Era Modern

Acara ini menjadi simbol penghormatan kepada para leluhur serta doa bagi keberlanjutan Kadipaten Pakualaman dalam menjaga tradisi dan kebudayaan. 

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
PAKUALAMAN - Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-219, Merayakan Warisan Budaya Mataram di Era Modern. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kadipaten Pakualaman, salah satu kerajaan trah Mataram Islam yang masih aktif hingga kini, merayakan hari jadi ke-219 dalam penanggalan Jawa atau ke-213 dalam kalender Masehi pada tahun 2025. 

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan panjang Kadipaten Pakualaman sejak pendirian resminya pada 22 Juni 1812 (Masehi) atau 11 Jumadil Akhir Tahun Alip 1739 (Jawa) oleh KGPAA Paku Alam I. 

Putra sulung Adipati Pura Pakualaman KGPAA Paku Alam X, Bendara Pangeran Harya (BPH) Kusumo menjelaskan, perayaan tahun ini mengusung tema yang terinspirasi dari sengkalan dalam Tahun Jawa Je 1958, yaitu "Manggala Gati Wiwaraning Rat", yang bermakna "Pimpinan yang penuh perhatian merupakan gerbang kesejahteraan dunia". 

"Tema ini mencerminkan harapan besar bagi pemimpin yang bijaksana dan penuh perhatian dalam membawa kesejahteraan bagi masyarakat, sejalan dengan peran Kadipaten Pakualaman dalam menjaga serta mengembangkan budaya Yogyakarta," ujarnya, Jumat (28/2/2025).

Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-219 sudah dimulai sejak Desember 2024 dengan pelaksanaan Upacara Adat Bucalan, Ziarah ke Makam, dan Wilujengan. 

Rangkaian ini berlanjut pada tahun 2025 dengan berbagai agenda yang berlangsung dari 26 April hingga 25 Juni.

Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Kadipaten Pakualaman, digelar sejumlah upacara adat, seperti Upacara Bucalan, Wilujengan, Ziarah ke Makam Kotagede, Imogiri, dan Girigondo, serta Sema’an Alquran dan Pengajian. 

Acara ini menjadi simbol penghormatan kepada para leluhur serta doa bagi keberlanjutan Kadipaten Pakualaman dalam menjaga tradisi dan kebudayaan. 

Dharma Mulyarja: Wujud Nyata Kepedulian Sosial 

Tak hanya berfokus pada tradisi dan budaya, peringatan tahun ini juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial bertajuk Dharma Mulyarja, yang akan berlangsung di Kabupaten Kulon Progo. 

Program ini mencakup Gizi Sehat Balita Stunting, Sosialisasi Kesehatan Ibu Hamil, serta Khitanan Bersama. 

"Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat setempat semakin mengenal peran Kadipaten Pakualaman dalam kehidupan sosial," ujarnya.

Baca juga: Sistem Satu Arah dan Solusi Konservasi untuk Menyelamatkan Plengkung Gading

Selain itu, kegiatan sosial juga akan diadakan di sekitar Pura Pakualaman, meliputi Pasar Murah yang membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta Jalan Sehat Mlampah Guyub #4 yang bertujuan mempererat kebersamaan warga Yogyakarta. 

Warisan Leluhur Bagian lain yang menarik dari peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman adalah berbagai perlombaan seni dan budaya yang berlangsung selama dua bulan penuh. 

Acara ini menjadi ajang bagi pelajar dan masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam pelestarian budaya, sejalan dengan amanat UU Keistimewaan DIY No. 13 Tahun 2012. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved