Bupati dan Wakil Bupati Sleman Kompak Tak Gunakan Rumah Dinas Selama Menjabat
Meskipun tidak menempati rumah dinas, pihaknya tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluh kesahnya boleh langsung datang.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, sama-sama tidak akan menggunakan rumah dinas.
Orang nomor 1 dan 2 di Kabupaten Sleman tersebut akan tetap tinggal di rumah masing-masing.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengatakan meskipun sederhana, rumah tersebut merupakan peninggalan mendiang orangtuanya.
“Aku sangat cinta kampungku, sangat cinta dengan rumahku. Walaupun sesederhana apapun, itu yang membuatkan bapak simbok saya. Saya jadi bupati itu perane bapak mbokku, walaupun sudah almarhum, berkat beliau,” katanya usai serah terima jabatan di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Jumat (28/02/2025).
Meskipun tidak menempati rumah dinas, pihaknya tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluh kesahnya boleh langsung datang.
Selain di rumah, masyarakat juga boleh datang langsung ke Kabupaten Sleman.
“Mau ketemu di sini (Kantor Bupati Sleman) juga bisa, sudah disiapkan. Kemarin ada masukan untuk diatur, saya nggak mau. Saya minta kursi depan diperbanyak kalau mau ngantre ketemu saya pas selo (ada waktu luang). Kenapa saya tetap terbuka, karena saya terpilih berkat sampeyan-sampeyan ini (masyarakat),” ujarnya.
Terkait dengan rumah dinas, ia menyebut rumah dinas boleh digunakan untuk kegiatan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa juga tidak akan menggunakan rumah dinas Wakil Bupati Sleman.
Alasannya, karena rumah pribadinya dekat dengan kompleks Pemkab Sleman.
“Saya memang dari dulu nggak pakai rumah dinas. Cuma untuk kegiatan masyarakat aja. Sejak 2021 saya menjabat (Wakil Bupati Sleman periode 2021-2024) kemarin nggak stay di situ,”ujarnya.
“Rumah dinas untuk kegiatan masyarakat umum, monggo. Jabatan ini kan dipilih rakyat, jadi ya harus melayani rakyat,” imbuhnya. (maw)
| Sleman Tak Buru-buru WFH, Tunggu Singkronisasi dengan Instansi Vertikal |
|
|---|
| Alasan Bupati Sleman Akhirnya Ikuti Arahan Pemerintah Pusat Terkait WFH ASN |
|
|---|
| Awalnya Ogah, Kini Pemkab Sleman Ikuti Skema WFH untuk Menghemat Energi |
|
|---|
| Ambil Langkah Berbeda, Bupati Harda Tak Akan Berlakukan WFH di Sleman, Ini Alasannya |
|
|---|
| Harda Temui Demo Ratusan Buruh MTG di Sleman: Siap Temui Pimpinan Perusahaan Jika Mediasi Buntu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bupati-dan-Wakil-Bupati-Sleman-Kompak-Tak-Gunakan-Rumah-Dinas-Selama-Menjabat.jpg)