Puisi
Arti dan Makna Puisi “Masuk Ramadhan” Karya Kurniawan Junaedhie
Sastrawan Indonesia satu ini menyuarakan euphoria menjelang bulan Ramadhan melalui puisi “Masuk Ramadhan”
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Menjelang bulan Ramadan, renungan-renungan suci juga bisa dimaknai dari kumpulan kata-kata dalam sebuah puisi.
Salah satu puisi bertema Ramadhan adalah puisi berjudul “Masuk Ramadhan karya Kurniawan Junaedhie.
Melalui bait-bait singkat, Kurniawan Junaedhie menuliskan puisinya dengan penuh makna mendalam.
Sastrawan Indonesia satu ini menyuarakan euphoria menjelang bulan Ramadan melalui puisi “Masuk Ramadhan”
Berikut isi dan makna puisi “Masuk Ramadhan”:
Isi Puisi “Masuk Ramadhan”:
Rotasi bulan
Merengkuh Ramadhan
Perbanyak amalan
Di meja makan:
Menatap menu Iftar
Mengalir ikhlas.
Di saat sahur
Nafsu nafsi dibenamkan
Karna takwa
Jelang petang
Menahan hawa nafsu
Membuhul amal saleh
Langit meremang.
Di atas kuburan
Tak ada rembulan
Siang kerontang
Sidnan Nabi melantun
Kuatkan takwa.
Pulang tarawih:
Gadis kecil berlenggang
Menyanyi Bimbo.
Arti dan Makna Puisi “Masuk Ramadhan”:
Bait 1
Rotasi bulan
Merengkuh Ramadhan
Perbanyak amalan
Bait ini menggambarkan bulan Ramadan sebagai waktu yang istimewa, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan.
"Rotasi bulan" melambangkan siklus waktu yang terus berputar, mengingatkan bahwa Ramadan adalah kesempatan yang berharga dan tidak boleh disia-siakan.
Bait 2
Di meja makan:
Menatap menu Iftar
Mengalir ikhlas.
Bait ini menggambarkan momen berbuka puasa (iftar) yang penuh dengan keikhlasan.
"Menatap menu Iftar" melukiskan suasana kebersamaan dan syukur atas nikmat yang diberikan.
"Mengalir ikhlas" Memiliki arti semua yang dilakukan saat berbuka puasa harus di lakukan dengan hati yang ikhlas.
Bait 3
Di saat sahur
Nafsu nafsi dibenamkan
Karna takwa
Bait ini menggambarkan momen sahur yang menjadi awal dari ibadah puasa.
"Nafsu nafsi dibenamkan" melambangkan pengendalian diri dan penahanan hawa nafsu.
"Karna takwa" Memiliki arti tujuan dari pada pengendalian diri tersebut adalah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Bait 4
Jelang petang
Menahan hawa nafsu
Membuhul amal saleh
Bait ini menggambarkan momen menjelang berbuka puasa yang penuh dengan kesabaran.
"Membuhul amal saleh" Memiliki arti di waktu tersebut umat islam dianjurkan untuk memperbanyak perbuatan baik.
Bait 5
Langit meremang.
Di atas kuburan
Tak ada rembulan
Bait ini menggambarkan tentang kematian.
"Tak ada rembulan" Memiliki arti di saat kematian datang, semua yang ada di dunia sudah tidak ada artinya.
Bait 6
Siang kerontang
Sidnan Nabi melantun
Kuatkan takwa.
Bait ini menggambarkan suasana siang hari di bulan Ramadan yang penuh dengan ujian.
"Sidnan Nabi melantun" Memiliki arti di saat ujian datang, umat islam dianjurkan untuk meneladani nabi muhammad.
"Kuatkan takwa" Memiliki arti dengan meneladani nabi muhammad, diharapkan bisa meningkatkan ketakwaan.
Bait 7
Pulang tarawih:
Gadis kecil berlenggang
Menyanyi Bimbo.
Bait ini menggambarkan suasana malam hari di bulan Ramadan yang penuh dengan kebahagiaan.
"Gadis kecil berlenggang / Menyanyi Bimbo" Memiliki arti suasana malam yang menyenangkan. (MG Ni Komang Putri Sawitri Ratna Duhita)
| 15 Contoh Puisi Hari Ibu 22 Desember yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna |
|
|---|
| 5 Contoh Puisi Tema Tentang Indahnya Toleransi , Perbedaan Menjadi Kedamaian |
|
|---|
| 3 Contoh Puisi Tema Tentang Rindu Sahabat yang Meniti Karir di Luar Negeri |
|
|---|
| 3 Contoh Puisi Tema Tentang Kesendirian dan Kesepian di Tengah Hiruk Pikuk Kota |
|
|---|
| 5 CONTOH Puisi Romantis yang Dijamin Bikin Si Dia Makin Jatuh Hati Padamu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Apa-Itu-Qodha-Puasa-Ramadan-Bagaimana-Jika-Tertunda-hingga-Ramadan-Berikutnya.jpg)