Batal Libur Sebulan, Sekolah di Kulon Progo Kurangi Jam Pembelajaran Selama Ramadan

Kepala Disdikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi mengatakan SE tersebut dibuat berdasarkan kebijakan dari pemerintah pusat.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
JAM BELAJAR RAMADAN - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Wahyudi. Disdikpora Kulon Progo telah menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait aktivitas pembelajaran di sekolah selama Ramadan 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo telah menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait aktivitas pembelajaran di sekolah selama Ramadan ini.

SE tersebut pun telah disampaikan ke sekolah-sekolah.

Kepala Disdikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi mengatakan SE tersebut dibuat berdasarkan kebijakan dari pemerintah pusat.

"Berdasarkan kebijakan tersebut, selama Ramadan diputuskan ada pengurangan jam pembelajaran di sekolah," jelas Nur dihubungi pada Kamis (27/02/2025).

Kebijakan tersebut berubah dari wacana sebelumnya yaitu meliburkan aktivitas sekolah selama Ramadan.

Meski begitu tetap ada libur yang diberikan bagi para pelajar di awal masa puasa Ramadan.

Menurut Nur, libur diberikan pada tanggal 27 Februari sampai 5 Maret 2025.

Setelahnya yaitu tanggal 6 sampai 25 Maret kegiatan pembelajaran kembali dilakukan di sekolah.

"Lalu pada tanggal 26 Maret sampai 8 April 2025 merupakan libur bersama Idulfitri, dan 9 April 2025 aktivitas pembelajaran kembali dilaksanakan di sekolah seperti biasa," ujarnya.

Baca juga: Menu Makan Bergizi Gratis di Kulon Progo Diganti dengan Makanan Ringan Selama Ramadan

Selama libur di pekan pertama Ramadan, Nur mengatakan kegiatan pembelajaran dilakukan secara mandiri.

Terutama di lingkungan keluarga dan masyarakat sesuai penugasan yang diberikan pihak sekolah.

Meski durasi pembelajaran dikurangi selama Ramadan, pihak sekolah dianjurkan memberikan pendidikan keagamaan bagi pelajar.

Seperti kegiatan tadarus Alquran, pesantren kilat hingga kajian bagi pelajar yang beragama Islam.

"Sedangkan untuk pelajar yang beragama selain Islam dianjurkan melaksanakan kegiatan bimbingan rohani sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing," kata Nur.

Kepala SD Negeri 2 Sentolo, Nur Akhadiyah mengatakan sudah menerima SE tersebut dan langsung menginformasikannya ke para orangtua pelajar.

Mekanisme pembelajaran selama Ramadan pun telah disiapkan.

Setiap jam pelajaran dikurangi durasinya sebanyak 10 menit selama Ramadan.

Para pelajar pun bisa pulang lebih awal, dari yang biasanya pukul 14.30 WIB menjadi 13.00 WIB.

"Seluruh kegiatan ekstrakurikuler kami tiadakan selama Ramadan, diganti dengan kegiatan keagamaan," jelas Nur.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved