Ombak Mulai Melandai, Nelayan di Gunungkidul Melaut Lagi
Nelayan di Kabupaten Gunungkidul mulai melaut lagi setelah cuaca dan ombak membaik, pasca badai siklon yang melanda perairan di wilayah ini
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Nelayan di Kabupaten Gunungkidul mulai melaut lagi setelah cuaca dan ombak membaik, pascabadai siklon yang melanda perairan di wilayah ini, sejak akhir Januari lalu.
Kelompok Nelayan Baron Mardi mengatakan aktivitas nelayan sempat lumpuh akibat ombak tinggi disertai angin kencang imbas badai siklon tersebut.
"Setelah beberapa pekan libur, Alhamdulillah sekarang kondisi ombak mulai tenang, para nelayan juga sudah kembali melaut sudah hampir satu Minggu ini," tuturnya saat dikonfirmasi pada Minggu (23/2/2025).
Ia menuturkan hasil tangkapan ikan juga mulai membaik, terutama dua hari terakhir ini. Sebab, jenis ikan tongkol dan layur mulai muncul ke permukaan.
"Kalau kemarin ikan sempat menjauh karena badai, sekarang mulai datang datang lagi, yang paling banyak itu tongkol dan layur," ungkapnya.
Dalam satu hari melaut, kata dia, bisa membawa pulang sekitar 30-50 kilogram tangkapan ikan. Ikan-ikan itu langsung dibawa ke pasar untuk dijual.
"Langsung dijual itu untuk tongkol dan layur itu dihargai Rp22-25 ribu per kilogram," paparnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi membenarkan saat ini nelayan sudah kembali melaut.
"Nelayan sudah kembali melaut karena gelombang relatif sedang landai dengan ketinggian 1,25 meter-2,5 meter," tutur dia.
Meskipun begitu, dia tetap mengimbau kepada nelayan untuk berhati-hati dan waspada.
Sebab, bibit siklon tropis 99S masih ada di laut Timor tenggara NTT, dalam beberapa hari ke depan.
"Jadi, masih terpantau adanya bibit Siklon Tropis 99 S di sekitar Samudra Hindia selatan NTT. Sebab, siklon ini akan terus bergerak ke barat daya di atas perairan terbuka," tandasnya.
| Sultan Minta Pemkab Gunungkidul Kembangkan Kawasan Utara dan Timur, Jangan Fokus di Pesisir Selatan |
|
|---|
| Pesan Sri Sultan HB X saat Menghadiri Silaturahmi Idulfitri Bersama Masyarakat Gunungkidul |
|
|---|
| Kasus Kematian Akibat Leptospirosis di Gunungkidul Naik 500 Persen di Awal 2026 Ini |
|
|---|
| El Nino Mengancam, Kerentanan Lahan Pertanian di Gunungkidul Jadi Atensi Utama DIY |
|
|---|
| Lima Tambang Ilegal di Gunungkidul Ditutup Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Hingga-September-2024-DKP-Gunungkidul-Catat-Produksi-Perikanan-Tangkap-Capai-2600-Ton.jpg)