Gubernur yang Diusung PDIP Ini Tegaskan Tetap Ikut Retret Kepala Daerah, Ini Alasannya

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan tetap mengikuti retret kepala daerah meski ketum PDIP melarang kadernya

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Dokumen Tim
PELANTIKAN KEPALA DAERAH : Gubernur terpilih Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan mengikuti gladi persiapan pelantikan bersama ratusan kepala daerah terpilih se-Indonesia di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa (18/2/2025). 

Siap Ikuti Retret dan Dukung Program Pemerintah

Norsan menegaskan bahwa ia siap secara mental dan fisik untuk mengikuti seluruh rangkaian agenda retret di Akmil Magelang.

 Ia juga memastikan akan tiba sebelum pukul 14.00 WIB, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

"Retret ini baik untuk mempersatukan semua kepala daerah. Agar semua program besar pemerintah bisa terealisasi di daerah kita," katanya dengan suara lembut.

Dengan kehadirannya, Norsan berharap retret ini dapat menjadi forum sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, guna menjalankan program pembangunan secara optimal.

Baca juga: Belum Putuskan Absen di Retret Akmil, Wali Kota Magelang: Kita Lihat Saja Nanti

Instruksi Megawati

 Sebelumnya, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menginstruksikan seluruh kepala daerah dari PDI-P untuk menunda keikutsertaan dalam retret kepala daerah yang diselenggarakan oleh pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Magelang pada 21–28 Februari 2025.

Instruksi ini disampaikan melalui surat nomor 7295/IN/DPP/II/2025, yang dikeluarkan pada Kamis malam (20/2/2025) sebagai respons atas penahanan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P, Hasto Kristiyanto, oleh KPK.

Dalam surat tersebut, Megawati meminta para kepala daerah PDI-P yang sudah dalam perjalanan menuju Magelang untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut.

"Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum," tulis Megawati dalam suratnya.

Selain itu, Megawati juga menegaskan bahwa seluruh komando partai berada dalam kendalinya.

"Tetap berada dalam komunikasi aktif dan stand by commander call," tambahnya.

Adapun Hasto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI Harun Masiku serta perintangan penyidikan.

Setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik, Hasto tampak mengenakan rompi tahanan oranye dengan tangan diborgol, menandai resmi dimulainya masa penahanannya. (*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved