Gubernur yang Diusung PDIP Ini Tegaskan Tetap Ikut Retret Kepala Daerah, Ini Alasannya
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan tetap mengikuti retret kepala daerah meski ketum PDIP melarang kadernya
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO – Pasangan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis (20/2/2025) kemarin.
Pasangan yang diusung oleh PDIP, PPP dan Hanura ini sebelumnya sukses memanangi Pilkada Serentark 2024 dengan mengalahkan petahana Sutarmidji-Didi Haryono yang diusung oleh enam partai koalisi dan Muda Mahendrawan-Jakius Sinyor yang diusung oleh PKB.
Setelah resmi menjadi orang nomor satu di Kalimantan Barat, Ria Norsan bersama seluruh kepala daerah yang dilantik oleh Presiden Prabowo kemarin dijadwalkan akan mengikuti retret kepala daerah di Akmil Magelang.
Retret kepala daerah dijadwalkan akan digelar pada 21-28 Februari 2025 ini.
Pada Jumat (21/2/2025) pagi ini, para kepala daerah yang akan mengikuti retret sudah mulai berdatangan melalui sejumlah bandara di DIY.
Dari total 481 kepala daerah, sebanyak 126 di antaranya merupakan pasangan yang diusung oleh PDIP.
Namun sehari sebelum retret dimulai, muncul instruksi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang isinya melarang kepala daerah dari kader PDIP untuk menunda keikutsertanya dalam retret kepala daerah.
Instruksi itu dikeluarkan pada Kamis malam, atau sehari sebelum pelaksanaan retret.
Meski sudah ada intruksi dari Ketum PDIP, namun nyatanya masih ada kepala daerah yang diusung partai berlambang Banteng Moncong Putih itu yang memilih untuk tetap mengikuti retret di Magelang.
Salah satunya adalah Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.
Orang nomor satu di Kalimantan Barat itu sudah tiba di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, pada Jumat (21/2/2025).
Meskipun ada seruan boikot dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Norsan menegaskan bahwa dirinya tetap akan hadir dalam agenda tersebut.
"Saya maju sebagai non partai. Saya tidak berkaitan. Saya bukan kader. Bukan kader PDI-P," ujarnya di pintu kedatangan YIA dikutip dari Kompas.com.
Menanggapi seruan PDI-P untuk menunda keikutsertaan dalam retret, Norsan mengaku tidak menerima komunikasi apa pun terkait hal tersebut.
"Saya menggunakan perahu PDI-P, tapi tidak ada komunikasi dengan saya," jelasnya.
Siap Ikuti Retret dan Dukung Program Pemerintah
Norsan menegaskan bahwa ia siap secara mental dan fisik untuk mengikuti seluruh rangkaian agenda retret di Akmil Magelang.
Ia juga memastikan akan tiba sebelum pukul 14.00 WIB, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
"Retret ini baik untuk mempersatukan semua kepala daerah. Agar semua program besar pemerintah bisa terealisasi di daerah kita," katanya dengan suara lembut.
Dengan kehadirannya, Norsan berharap retret ini dapat menjadi forum sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, guna menjalankan program pembangunan secara optimal.
Baca juga: Belum Putuskan Absen di Retret Akmil, Wali Kota Magelang: Kita Lihat Saja Nanti
Instruksi Megawati
Sebelumnya, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menginstruksikan seluruh kepala daerah dari PDI-P untuk menunda keikutsertaan dalam retret kepala daerah yang diselenggarakan oleh pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Magelang pada 21–28 Februari 2025.
Instruksi ini disampaikan melalui surat nomor 7295/IN/DPP/II/2025, yang dikeluarkan pada Kamis malam (20/2/2025) sebagai respons atas penahanan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P, Hasto Kristiyanto, oleh KPK.
Dalam surat tersebut, Megawati meminta para kepala daerah PDI-P yang sudah dalam perjalanan menuju Magelang untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut.
"Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum," tulis Megawati dalam suratnya.
Selain itu, Megawati juga menegaskan bahwa seluruh komando partai berada dalam kendalinya.
"Tetap berada dalam komunikasi aktif dan stand by commander call," tambahnya.
Adapun Hasto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI Harun Masiku serta perintangan penyidikan.
Setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik, Hasto tampak mengenakan rompi tahanan oranye dengan tangan diborgol, menandai resmi dimulainya masa penahanannya. (*)
| Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Apresiasi Kenaikan PAD Jogja Rp1 Triliun, Dorong Rekonsolidasi Fiskal |
|
|---|
| Sekjen PDIP Kritik Pengadaan Motor oleh BGN: Tidak Sejalan dengan Visi Kemandirian Industri Presiden |
|
|---|
| Sekjen PDIP Puji Inovasi Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo |
|
|---|
| DPC PDIP Kota Yogyakarta Bagikan Takjil Buka Puasa untuk Para Supir Bus Terminal Giwangan |
|
|---|
| Eko Suwanto Apresiasi Kerja Keras Kader Posyandu dan TPK Turunkan Angka Stunting di Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gubernur-yang-Diusung-PDIP-Ini-Tegaskan-Tetap-Ikut-Retret-Kepala-Daerah-Ini-Alasannya.jpg)