MBG Perdana di SMKN 4 Yogyakarta, Siswa: Menunya Ada Buncis, Tahu Bacem, Ayam Goreng, dan Pisang
Ia juga berharap ke depannya menu yang disediakan bisa lebih bervariasi, seperti adanya tambahan susu atau menu khas lainnya seperti rendang.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 640 paket makan dibagikan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perdana di SMKN 4 Yogyakarta pada Senin (17/2/2025).
Program ini bertujuan memberikan akses makan bergizi kepada siswa, khususnya mereka yang sering tidak sempat sarapan sebelum berangkat sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, menjelaskan bahwa program ini akan dilakukan secara bertahap dan diperluas ke sekolah-sekolah lain di wilayah DIY.
“Untuk tahap awal, kami mulai di SMKN 4 Yogyakarta, dan nantinya akan dievaluasi. Setelah itu, kami akan mengembangkan program ini ke sekolah-sekolah lainnya,” ujar Suhirman.
Program MBG ini memberikan makan pagi dengan waktu yang disesuaikan, yakni pukul 09.00 WIB, untuk membantu siswa yang sering tidak sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
Penyelenggaraan program ini tidak hanya melibatkan evaluasi dari pihak sekolah dan pemerintah, tetapi juga menerima masukan dari siswa mengenai variasi menu yang diinginkan.
Suhirman menambahkan bahwa untuk memastikan makanan tetap segar dan berkualitas, sekolah yang dipilih untuk tahap awal berada dekat dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala SMKN 4 Yogyakarta, Nurlatifah Hidayati, mengungkapkan bahwa pelaksanaan program ini berjalan lancar pada hari pertama.
“Alhamdulillah, semuanya lengkap. Anak-anak juga merasa porsi makanannya pas dan tidak kurang,” katanya.
Meski demikian, beberapa siswa memberikan masukan agar menu makanannya lebih bervariasi agar tidak membosankan, seperti menambahkan nasi uduk atau variasi lauk dan sayuran.
Nurlatifah menambahkan bahwa dengan adanya program ini, diharapkan siswa tidak perlu lagi membawa bekal atau membeli makanan di kantin untuk sarapan. Meskipun begitu, kantin sekolah tetap dibuka untuk menyediakan jajanan ringan.
“Sarapan dilakukan pagi, sementara anak-anak belajar sampai sore. Jadi, kantin tetap bisa beroperasi dengan menu berbeda,” jelasnya.
Selain itu, SMKN 4 juga menerapkan aturan bagi siswa untuk mengembalikan nampan makan setelah selesai makan. Aturan ini bertujuan untuk mengajarkan kedisiplinan dan menjaga kebersihan di lingkungan sekolah.
“Ini adalah inisiatif sekolah untuk mengkondisikan anak-anak belajar disiplin,” kata Nurlatifah.
Setelah pelaksanaan di SMKN 4, program ini rencananya akan diperluas ke sekolah-sekolah lain yang berada dekat dengan SPPG, seperti SMKN 5 Jogja. Di SMKN 4, jumlah penerima manfaat program MBG juga direncanakan akan bertambah menjadi 1.200 siswa dalam waktu dekat.
Salah satu siswa, Reta, dari kelas 10 Kuliner 2, mengungkapkan rasa senangnya mendapatkan makan bergizi gratis.
“Enak dan bergizi. Ada buncis, tahu bacem, ayam goreng, dan pisang menunya,” ujar Reta.
Ia juga berharap ke depannya menu yang disediakan bisa lebih bervariasi, seperti adanya tambahan susu atau menu khas lainnya seperti rendang.
Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan Kini Dilengkapi Area Bermain |
![]() |
---|
Keracunan MBG Marak, Pakar UGM: Ada Kegagalan Sistemik dari Penyiapan hingga Distribusi |
![]() |
---|
Gerakan Mas Jos Dorong Warga Yogya Olah Sampah dari Rumah |
![]() |
---|
Mapolda DIY Dibersihkan Usai Kericuhan, Sri Sultan HB X Pastikan Situasi Kondusif |
![]() |
---|
Penerimaan Mahasiswa Baru STIPRAM Naik 5 Persen, Program S1 Kepariwisataan Jadi Favorit |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.