Kasus Jemuran Tiga Rumah Warga Ceper Klaten Terbakar Misterius

Kasus jemuran warga dibakar.ada tiga rumah warga RT 3 yang jemurannya menjadi korban pembakaran. tiga buah handuk dan tiga keset yang dijemur

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Dewi Rukmini
TEROR JEMURAN DIBAKAR: Kondisi kursi dan dinding rumah Warsirah (65) yang hangus dilahap api ketika jemuran handuk dan kesetnya terbakar, Senin (10/2/2025) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Warga RT 3 RW 5 Dukuh Ceper, Desa Ceper, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diresahkan oleh aksi pembakaran jemuran pada Senin (10/2/2025) dini hari.

Setidaknya ada tiga rumah warga RT 3 yang jemurannya menjadi korban pembakaran.

Aksi tersebut menghanguskan pakaian warga bahkan barang lainnya semisal kursi lincak dan rumah warga hampir hangus dilahap si Jago Merah. 

Semisal yang dialami Warsirah (65) dan anak cucunya. 

Sebanyak tiga buah handuk dan tiga keset yang dijemur di depan rumahnya hangus dibakar orang tak dikenal. 

Menyebabkan satu kursi dan kursi kayu panjang Warsirah hangus terbakar api. 

Bahkan, kobaran api juga melumat dinding rumahnya dan hampir membakar rumah Warsirah yang didominasi bahan kayu. 

"Saya tahu sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, saya dengar suara pletek-pletek (suara kayu terbakar). Kemudian, saya langsung keluar dan api sudah besar." 

"Ada tiga keset dan tiga handuk yang terbakar. Keset saya jemur di kursi lincak, sedangkan handuk dijemur pakai hanger," jelas Warsirah kepada Tribunjogja.com, Senin (10/2/2025). 

Kala itu, tanpa pikir panjang, Warsirah bergegas mengambil ember berisi air yang ada di dekat pintu rumah. 

Lantas berusaha memadamkan api tersebut. 

Beruntung upaya tersebut berhasil dan api sudah padam sebelum merembet semakin besar. 

Tak jauh dari rumah Warsirah, sekitar 20 meter ada rumah Haryanto (57) yang juga menjadi korban pembakaran jemuran

Dikatakan ada sebanyak empat jemuran yang ludes terbakar dari 30 pakaian yang sedang dijemur malam itu. 

"Saya tahu sekitar pukul 05.30 WIB, saat mau memberi pakan ayam. Saya keluar, ternyata di bawah jemudan ada empat pakaian yang sudah terbakar hangus. Untung pakaian lainnya masih basah (jadi tidak terbakar)," katanya. 

Selain itu, sekitar 50 meter dari rumah Haryanto, juga ada rumah Jumiyanto (42) yang menjadi korban. 

Ada lebih dari 30 pakaian milik Jumiyanto sekeluarga yang terbakar, meliputi baju anak-anak, pakaian biasa, sprei, seragam sekolah, dan kaos kaki. 

Pakaiannya hangus tak tersisa akibat ulah orang misterius. 

Padahal, pakaian tersebut di jemur di dalam ruangan yang masih dalam tahap renovasi. Ruangan itu memang tidak memiliki penutup jendela, tetapi sudah ditutup menggunakan kain. 

Jumiyanto mengaku mengetahui kejadian itu setelah diberi tahu tetangganya yang biasa keliling desa sambil membawa kentongan (orang ronda).

Jumiyanto (42), menunjukkan jemurannya yang sudah jadi abu akibat dibakar orang misterius, Senin (10/2/2025).
Jumiyanto (42), menunjukkan jemurannya yang sudah jadi abu akibat dibakar orang misterius, Senin (10/2/2025). (Tribunjogja.com/Dewi Rukmini)

Disebutkan saat itu, orang tersebut melihat ada asap mengepul dari rumah Jumiyanto.

Kemudian, ia mengetuk rumah Jumiyanto.

"Dia tanya, itu dibakar kah? Terus saya langsung lari ngecek, ternyata sudah terbakar semua jemurannya. Saya lari cari air di sumur untuk memadamkan api. Saya merasa tidak bau bensin atau bahan bakar," ucapnya. 

Jumiyanto menyebut, sebelumnya tidak ada kejadian atau permasalahan apapun yang bisa memicu kejadian tersebut. 

Pihaknya juga mengaku tak tahu alasan kejadian tersebut meneror warga. Apalagi, kondisi kampung selama ini damai-damai saja.

"Ya bisa dikatakan tindakan itu meneror warga. Saya berharap, pelaku segera ditangkap," katanya.

Ketua RT 3 Dukuh Ceper, Taufik, menuturkan peristiwa jemuran terbakar di tiga rumah itu diduga terjadi di waktu bersamaan yakni sekitar pukul 02.00 WIB. 

Ia menyebut, tidak ada orang mencurigakan yang datang ke desa sebelum kejadian itu bermula. 

Meski begitu, pihaknya dan warga telah melaporkan ke pihak kepolisian, agar segera ditindaklanjuti.

"Karena takutnya membahayakan, jadi kami sudah lapor polisi," ujarnya. 

Kapolsek Ceper, AKP Nahrowi, membenarkan tiga orang warga Desa Ceper sudah membuat laporan terkait kejadian tersebut. 

Pihak kepolisian pun kini masih dalam proses penyelidikan dan menncari bukti rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi.

"Kami baru mulai mengumpulkan keterangan korban dan saksi, mencari informasi di sekitar masyarakat, dan memeriksa kalau ada CCTV di sekitar lokasi. Mohon doanya semoga siapa pelakunya segera tertangkap," tandasnya. (drm)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved