Kasus Jemuran Tiga Rumah Warga Ceper Klaten Terbakar Misterius

Kasus jemuran warga dibakar.ada tiga rumah warga RT 3 yang jemurannya menjadi korban pembakaran. tiga buah handuk dan tiga keset yang dijemur

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Dewi Rukmini
TEROR JEMURAN DIBAKAR: Kondisi kursi dan dinding rumah Warsirah (65) yang hangus dilahap api ketika jemuran handuk dan kesetnya terbakar, Senin (10/2/2025) 

"Saya tahu sekitar pukul 05.30 WIB, saat mau memberi pakan ayam. Saya keluar, ternyata di bawah jemudan ada empat pakaian yang sudah terbakar hangus. Untung pakaian lainnya masih basah (jadi tidak terbakar)," katanya. 

Selain itu, sekitar 50 meter dari rumah Haryanto, juga ada rumah Jumiyanto (42) yang menjadi korban. 

Ada lebih dari 30 pakaian milik Jumiyanto sekeluarga yang terbakar, meliputi baju anak-anak, pakaian biasa, sprei, seragam sekolah, dan kaos kaki. 

Pakaiannya hangus tak tersisa akibat ulah orang misterius. 

Padahal, pakaian tersebut di jemur di dalam ruangan yang masih dalam tahap renovasi. Ruangan itu memang tidak memiliki penutup jendela, tetapi sudah ditutup menggunakan kain. 

Jumiyanto mengaku mengetahui kejadian itu setelah diberi tahu tetangganya yang biasa keliling desa sambil membawa kentongan (orang ronda).

Jumiyanto (42), menunjukkan jemurannya yang sudah jadi abu akibat dibakar orang misterius, Senin (10/2/2025).
Jumiyanto (42), menunjukkan jemurannya yang sudah jadi abu akibat dibakar orang misterius, Senin (10/2/2025). (Tribunjogja.com/Dewi Rukmini)

Disebutkan saat itu, orang tersebut melihat ada asap mengepul dari rumah Jumiyanto.

Kemudian, ia mengetuk rumah Jumiyanto.

"Dia tanya, itu dibakar kah? Terus saya langsung lari ngecek, ternyata sudah terbakar semua jemurannya. Saya lari cari air di sumur untuk memadamkan api. Saya merasa tidak bau bensin atau bahan bakar," ucapnya. 

Jumiyanto menyebut, sebelumnya tidak ada kejadian atau permasalahan apapun yang bisa memicu kejadian tersebut. 

Pihaknya juga mengaku tak tahu alasan kejadian tersebut meneror warga. Apalagi, kondisi kampung selama ini damai-damai saja.

"Ya bisa dikatakan tindakan itu meneror warga. Saya berharap, pelaku segera ditangkap," katanya.

Ketua RT 3 Dukuh Ceper, Taufik, menuturkan peristiwa jemuran terbakar di tiga rumah itu diduga terjadi di waktu bersamaan yakni sekitar pukul 02.00 WIB. 

Ia menyebut, tidak ada orang mencurigakan yang datang ke desa sebelum kejadian itu bermula. 

Meski begitu, pihaknya dan warga telah melaporkan ke pihak kepolisian, agar segera ditindaklanjuti.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved