Mengenal Penganan Unik Lemper Benguk, Kuliner Lokal Asli dari Gunungkidul

Jika biasanya lemper terbuat dari ketan, Lemper Benguk yang bercitarasa gurih itu dibuat dari kacang benguk atau kacang koro.

Tayang:
Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
KULINER GUNUNGKIDUL - Penampakan lemper benguk yang baru saja matang dan siap disajikan, Senin (10/2/2025). Lemper Benguk merupakan penganan khas yang menjadi salah satu khazanah kuliner lokal dari Gunungkidul. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Padukuhan Dondong, Desa Jetis, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul memiliki satu penganan unik yang hanya ditemukan di desa tersebut.

Penganan unik yang dimaksud ialah Lemper Benguk.

Jika biasanya lemper terbuat dari ketan, Lemper Benguk yang bercitarasa gurih itu dibuat dari kacang benguk atau kacang koro.

Inovasi makanan ini digagas oleh ibu-ibu di desa tersebut.

Pasalnya, kacang benguk menjadi salah satu produk pertanian masyarakat setempat.

Seorang Pembuat Lemper Benguk, Giyanti (60), mengatakan awal mula kepikiran membuat lemper benguk karena rasa penasaran.

"Awalnya memang karena penasaran. Selama ini kan, lemper hanya terbuat dari ketan. Begitupun kacang benguk selama ini dimanfaatkan hanya untuk membuat tempe. Dari sinilah, mulai coba-coba resep ternyata sewaktu dibuat menjadi lemper rasanya tidak kalah enak," ujarnya, Senin (10/2/2025).

Ia menuturkan pembuatan Lemper Benguk melalui proses yang cukup panjang.

Terutama, dalam pengelolaan kacang benguk yang harus direndam selama 3 hari 3 malam untuk mengeluarkan zat racun yang ada pada kacang benguk tersebut.

"Proses perendaman ini harus betul-betul dilakukan, karena jika tidak nanti masih ada racunnya. Kalau tidak bersih bisa membuat yang  memakannya gatal-gatal," ucapnya.

Baca juga: Serunya Sensasi Naik Jeep Sambil Menyusuri  Keindahan Desa Wisata Jetis di  Gunungkidul 

Setelah direndam berhari-hari, kacang benguk langsung direbus selama 6 jam.

Proses perebusan ini agar kulit ari pada kacang bisa terkelupas.

"Proses perebusan ini juga memastikan zat racun dari kacang benguk sudah bersih. Kemudian, kacang tadi dikeringkan sebentar kemudian ditumbuk  sampai halus menggunakan lumpang," ucapnya.

Dia menambahkan, setelah kacang benguk halus seperti tepung langsung diisi dengan suwiran ayam di dalamnya. Kemudian dibungkus menggunakan daun pisang.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved