Bencana Hidrometeorologi Masih Mengintai, DIY Perpanjang Status Siaga Darurat

Noviar Rahmad, mengatakan bahwa status siaga darurat sebelumnya berlaku hingga 2 Februari 2025, namun kini resmi diperpanjang.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
WASPASA GELOMBANG TINGGI: Gelombang tinggi terjadi di Pantai Baru Kabupaten Bantul, Kamis (17/10/2024). Pemba DIY memperpanjang status siaga darurat hingga 3 Maret 2025. 

TRIBUNJOGJA.COM - Cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 3 Maret 2025.

Keputusan ini diambil berdasarkan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan lebat dan gelombang tinggi yang masih berlanjut di wilayah DIY.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Noviar Rahmad, mengatakan bahwa status siaga darurat sebelumnya berlaku hingga 2 Februari 2025, namun kini resmi diperpanjang.

“Surat Keputusan (SK) Gubernur DIY terkait perpanjangan status siaga darurat ini telah diterbitkan,” ujarnya, Selasa (4/2/2025).

Meski Bibit Siklon Tropis 99S dan 90S yang sebelumnya mendekati Samudera Hindia mulai menjauh, dampak cuaca ekstrem masih dirasakan di DIY.

Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan di wilayah ini masih berada dalam kisaran 200 hingga 300 milimeter (mm) dengan intensitas sedang hingga lebat.

Puncak hujan deras diperkirakan terjadi pada 4 hingga 8 Februari 2025.

Tak hanya itu, gelombang tinggi di perairan selatan DIY diprediksi mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.

Bahkan, menurut Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono, puncak gelombang tinggi diperkirakan terjadi pada 4 hingga 5 Februari, dengan ketinggian lebih dari lima meter.

“Kami mengimbau nelayan untuk menunda melaut atau setidaknya tetap berada di perairan yang lebih aman,” katanya.

Dengan diperpanjangnya status siaga darurat, BPBD DIY mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Dinas Kelautan telah diminta untuk memperingatkan nelayan agar tidak melaut saat gelombang tinggi terjadi.

Selain itu, warga yang tinggal di daerah pegunungan juga disarankan untuk menjauhi area yang rawan longsor ketika hujan deras melanda.

“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan keselamatan masyarakat. Semua pihak harus tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih berlanjut,” tambah Noviar.

Dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem, masyarakat DIY diimbau untuk terus memperbarui informasi dari sumber resmi seperti BMKG dan BPBD serta tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved