Lonjakan Sampah DIY Capai 35 Ton per Hari, Pengolahan Tunggu Operasional Fasilitas Bawuran

Artinya 35 ton tersebut masih belum bisa dikelola di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) milik Kota Yogya. 

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN
LONJAKAN SAMPAH: Ilustrasi foto proses pengangkutan sampah dengan alat berat di Depo Kotabaru, Kota Yogyakarta beberapa waktu lalu. Terjadi lonjakan sampah mencapai 35 ton yang belum bisa dikelola. 

TRIBUNJOGJA.COM- Kepala Balai Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Aris Prasena, mengungkapkan adanya lonjakan volume sampah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama hampir dua bulan terakhir.

Peningkatan tersebut terjadi akibat libur sekolah, perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta libur Imlek dan Isra Mi'raj. 

"Lonjakan sampah selama masa libur panjang memang tidak bisa dihindari, terutama di Kota Yogyakarta. Meski demikian, kami bersama DLH Kota Yogyakarta telah mengantisipasi agar tidak terjadi penumpukan sampah yang kritis di depo-depo," kata Aris, Jumat (31/1/2025). 

Lebih lanjut dia mengatakan, secara perhitungan volume produksi dengan pengelolaan sampah di Kota Yogya masih terdapat sisa yakni sekitar 35 ton per hari.

Artinya 35 ton tersebut masih belum bisa dikelola di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) milik Kota Yogya. 

Maka dari itu hingga saat ini sisa sampah tersebut didistribusikan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan karena masuk dalam keadaan darurat.

Namun, evakuasi tidak dilakukan setiap hari, melainkan berdasarkan kebutuhan. 

DLHK DIY berharap percepatan operasional fasilitas pengolahan sampah baru di Bawuran, Bantul, dapat membantu mengatasi masalah tersebut.

"Jika semua sesuai rencana, fasilitas yang dikelola oleh BUMD Bantul ini akan mulai beroperasi penuh pada 1 Maret, setelah uji komisioning yang dijadwalkan pada 15 hingga 20 Februari," jelas Aris. 

Fasilitas di Bawuran memiliki kapasitas pengolahan 49 ton sampah per hari yang dapat ditingkatkan hingga 70 ton pada tahap pengembangan. Sampah dari Kota Yogyakarta diproyeksikan menjadi penyumbang utama dengan volume sekitar 40 ton per hari. 

Selain Kota Yogyakarta dan Bantul, Aris menyebut Sleman juga tengah menyiapkan tambahan fasilitas pengolahan sampah di Donokerto. 

"Fisik bangunan sudah selesai. Alat-alat yang dibiayai dari dana keistimewaan DIY diharapkan tersedia pada awal tahun ini, sehingga dapat operasional penuh sebelum Juni," tambahnya. 

Dengan beroperasinya fasilitas pengolahan di Bawuran serta Donokerto, pengelolaan sampah DIY diharapkan lebih terkendali. 

"Harapannya, tidak perlu lagi ada evakuasi darurat ke TPA Piyungan," ujar Aris.

Ia optimistis langkah-langkah ini akan membantu menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah DIY tetap sesuai rencana. "Semoga semuanya berjalan lancar," tutupnya.

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved