Kinerja APBN di DIY Hingga Akhir Tahun 2024 Tumbuh Positif
Menurut dia, positifnya kinerja APBN di DIY mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan fiskal yang sehat.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) DIY, Agung Yulianta mengatakan kinerja APBN Regional DIY hingga akhir Desember 2024 menunjukkan pertumbuhan positif, baik pada pendapatan negara maupun belanja negara.
Menurut dia, positifnya kinerja APBN di DIY mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan fiskal yang sehat.
"APBN 2024 bekerja keras untuk meletakkan fondasi yang kuat dalam pelaksanaan APBN 2025 demi kemajuan bangsa. Kementerian Keuangan akan terus mengawal pelaksanaan APBN dengan penuh integritas dan soliditas untuk mengawal program strategis pemerintah dalam perwujudan Misi Asta Cita dan Visi Indonesia Emas 2045," katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (30/01/2025).
Ia menjelaskan realisasi belanja negara di DIY pada akhir tahun 2024 sebesar Rp23,64 triliun atau 95,35 persen dari pagu.
Tercatat ada pertumbuhan 3,42 persen (yoy).
Dua komponen utama belanja negara yang mengalami pertumbuhan cukup menggembirakan yaitu Belanja Pemerintah Pusat yang tumbuh 2,92 persen (yoy) dengan realisasi 92,22 persen pagu dan Transfer ke Daerah (TKD) tumbuh 4,04 persen (yoy) dengan realisasi 99,46 persen.
Pertumbuhan belanja negara dipengaruhi oleh pertumbuhan belanja barang sebesar 10,06 persen (yoy), dengan realisasi terbesar berasal dari kegiatan Dukungan Pelayanan Kesehatan UPT Ditjen Pelayanan Kesehatan senilai Rp1,13 triliun.
Realisasi Belanja Bantuan Sosial juga tumbuh 8,2 persen, berupa pemberian KIP Kuliah kepada 2.092 orang mahasiswa penerima.
Sementara kinerja positif Belanja TKD dipengaruhi oleh pertumbuhan positif seluruh komponen TKD, kecuali Dana Bagi Hasil dan Dana Insentif Fiskal karena adanya penurunan pagu dari tahun sebelumnya.
"Hal ini menunjukkan peran APBN yang sangat penting dan diandalkan untuk menjaga roda ekonomi regional," terangnya.
Kinerja Pendapatan dan Hibah Regional DIY juga positif, melebihi target dan mencapai 102,50 persen dengan pertumbuhan sebesar 9,30 persen (yoy) pada akhir tahun 2024.
Pertumbuhan didorong oleh kenaikan penerimaan perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang masing-masing tumbuh 9,63 persen dan 8,45 persen.
Sampai dengan 31 Desember 2024, penerimaan PPh Non Migas mencapai Rp4,02 triliun dan mengalami pertumbuhan positif 15,92 persen, dengan kontribusi tertinggi setoran PPh 21 sebesar Rp1,63 triliun yang tumbuh sebesar 23,57 persen.
Penerimaan PPN dan PPnBM mencapai Rp2,69 triliun atau mengalami pertumbuhan positif sebesar 9,67 persen yang disebabkan adanya pertumbuhan di sektor perdagangan besar dan eceran sesuai dengan pertumbuhan ekonomi dan/atau konsumsi masyarakat di DIY. Kontribusi tertinggi berasal dari setoran PPN Dalam Negeri sebesar Rp2,53 triliun.
| 6 Rekomendasi Spot Mendaki di Jogja yang Cocok untuk Pemula |
|
|---|
| UNISA Yogyakarta Buka Prodi Pendidikan Profesi Arsitek |
|
|---|
| Kisah Rohmat Wibowo, Anak Petani yang Berani Bermimpi dan Raih IPK Sempurna di UNY |
|
|---|
| Saat Beasiswa KIP Menjadi Penyelamat Mimpi Anak Seorang Petani |
|
|---|
| Seniman Jogja Gelar Aksi Teatrikal di Depan Gedung Agung, Tolak Pilkada Lewat DPRD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pertumbuhan-ekonomi-di-yogyakarta-tahun-2020-alami-kontraksi-sebesar-269-persen.jpg)