Pemkab Kulon Progo Minta Keterlibatan Potensi Lokal di Program MBG yang Dibiayai APBD
Pemkab Kulon Progo terus mematangkan persiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo terus mematangkan persiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Adapun MBG yang saat ini terlaksana mengandalkan APBN melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo, Srie Nurkyatsiwi mengatakan pelaksanaan MBG dari APBD tetap harus berdasarkan arahan dari pemerintah pusat.
"Sampai sekarang kami masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) seperti apa," kata Siwi pada Rabu (29/01/2025).
Meski belum ada arahan resmi, ia sangat berharap ada keterlibatan potensi lokal dalam pelaksanaan MBG melalui APBD. Termasuk dengan melibatkan UMKM dalam prosesnya.
Apalagi Siwi beberapa waktu lalu telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pelaku UMKM terkait MBG. Menurutnya, keterlibatan mereka dalam program tersebut akan memberikan manfaat yang positif.
"Sebab cara tersebut menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat Kulon Progo lewat program MBG," ujarnya.
Baca juga: Ragam Reaksi Wacana Belalang Jadi Menu MBG: Bikin Alergi dan Merasa Geli, Tidak Semua Anak Tertarik
Siwi menilai keterlibatan UMKM secara otomatis akan membuat bahan pangan lokal juga ikut terangkat karena digunakan sebagai menu MBG. Termasuk melibatkan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) dalam pembuatan dapur umum untuk MBG.
Meski begitu ia mengakui tetap diperlukan proses panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia hingga kelembagaannya. Namun ia meyakini potensi lokal Kulon Progo mampu menjalankan program MBG yang bersumber dari APBD.
"Tentunya nanti akan dilaksanakan sesuai standar dari Program MBG itu sendiri," jelas Siwi.
Pemkab Kulon Progo pun telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 29,5 miliar khusus untuk Program MBG. Dana tersebut kini diparkir di pos Belanja Tidak Terduga (BTT) selagi menunggu arahan dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Wahyudi menilai kantin sekolah juga perlu dilibatkan dalam program MBG. Sebab nantinya pengelola kantin juga bisa merasakan manfaat dari program tersebut.
"Tentunya keterlibatan kantin sekolah dalam Program MBG memerlukan proses kurasi agar tetap sesuai standar," kata Nur.(alx)
| Pemkab Kulon Progo Pastikan RLTH Dapat Penanganan, Andalkan Dukungan Baznas Hingga CSR |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Upayakan Perluasan Akses Jalan di Pegunungan Menoreh Lewat Pembukaan Lahan |
|
|---|
| Baru 10 SPPG di Sleman Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi |
|
|---|
| Setahun Program MBG, Pakar Gizi UGM Minta Setop Penggunaan Ultra Processed Food |
|
|---|
| Segini Alokasi Anggaran Program MBG di Tahun 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pemkab-Kulon-Progo-Minta-Keterlibatan-Potensi-Lokal-di-Program-MBG-yang-Dibiayai-APBD.jpg)